3 Pakar Tolak Sepeda Motor Dijadikan Moda Transportasi, Ini Alasannya

Budiyono pakar hukum unila menegaskan bahwa kendaraan bermotor atau roda dua merupakan kendaraan pribadi.

3 Pakar Tolak Sepeda Motor Dijadikan Moda Transportasi, Ini Alasannya
Kompas.com
Ilustrasi - Helm hijau Go-Jek menjadi salah satu penanda identitas pengendara ojek yang tergabung dalam layanan ojek panggilan tersebut. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Beberapa waktu lalu, ratusan ojek online melakukan aksi di Jakarta untuk menuntut revisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mereka menginginkan keberadaan ojek online bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Mengingat saat ini kendaraan roda dua yang menjelma menjadi angkutan umum sudah menyebar hingga ke daerah termasuk Lampung.

Baca: GRAFIS: Beli Rumah dengan BPJS Ketenagakerjaan, Cukup DP 1 Persen

Menanggapi hal tersebut beberapa akademisi angkat bicara. Salah satunya Budiyono pakar hukum unila menegaskan bahwa kendaraan bermotor atau roda dua merupakan kendaraan pribadi.

Baca: Pringsewu FC Maju Kompetisi Piala Suratin 2018

"Jadi bukan kendaraan umum yang mengangkut orang jadi tidak ada kepentingan yang mendesak untuk melakukan revisi atau perubahan terhadap uu 22 tahun 2009," ungkapnya Selasa 17 April 2018.

Lanjutnya, kendaraan roda dua juga tidak sesuai peruntukan, lantaran dari segi keamanannya tidak terjamin bagi para konsumennya.

"Negara ini melindungi konsumen dalam artian masyarakat yang menggunakan jasa ojek dan juga ketika motor menjadi sumber kemacetan karena berada dimana-mana itu menjadi 9 pelanggaran lalulintas, apalagi kecelakaan kendaraan bermotor, jadi tidak perlu melakukan revisi terhadap UU," tukasnya.

Sementara itu, Pakar Transportasi Unila Dwi Herianto mengatakan pada dasarnya sepeda motor itu bukan moda transportasi umum.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help