Politikus Muda Ini Bela Bapaknya Soal Kontroversi Pengajian Disisipi Politik

Politikus Muda Ini Bela Bapaknya Soal Kontroversi Pengajian Disisipi Politik

Politikus Muda Ini Bela Bapaknya Soal Kontroversi Pengajian Disisipi Politik
tribunnews.com/Rizal Bomantama
Amien Rais didampingi putra sulungnya, Hanafi Rais memberi pernyataan soal namanya yang disebut menerima aliran dana pengadaan alkes tahun 2005 di Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Dinas Kesehatan dari Yayasan Soetrisno Bachir di kediamannya di Perumahan Taman Gandari, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Amien Rais berceramah di depan ustazah di Balai Kota DKI Jakarta.

Saat di atas panggung, Amien mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik.

"Ini ustazah peduli negeri, pengajian-pengajian disisipi politik itu harus," kata Amien di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Amien mengucapkan hal tersebut agar ibu-ibu punya andil dalam Pilpres 2019.

Apalagi Amien mengatakan hal itu sudah berhasil berkontribusi dalam Pilkada DKI.

"Nah, kalau di DKI kita diberi oleh Allah keajaiban, insyaallah tahun depan ada keajaiban yang lebih besar lagi," kata Amien.

Amien pun meminta para ustazah berdoa agar tahun 2019 memiliki pemimpin baru.

Baca: Rendra yang Menghina Nabi Muhammad SAW Ternyata Bukan Orang Sembarangan



"Jam 3 pagi bangun, ambil air wudu, kemudian salat, berdoa. Allah pakai bahasa apa saja bisa. Jadi ya Allah, mudah-mudahan negeri kami, negeri muslim terbesar di muka bumi ini pada tahun 209 (2019) mendapat presiden yang baru," ujarnya. 
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy mengakui dalam forum pengajian atau di masjid memang bisa berbicara politik, seperti di zaman Nabi Muhammad.
Namun, dia mengingatkan situasi zaman Nabi dengan di Indonesia sekarang berbeda.

"Di masa Rasulullah, masjid itu pusat dari segala urusan pemerintahan. Tetapi kita tahu bahwa landscape politik kita hari ini berbeda dengan zaman Rasulullah. Kalau masjid berbicara politik akan ada persoalan begitu banyak parpol," kata Rommy di Green Pramuka Square, Jakarta, Selasa malam 24 April 2018.

 

"Bahkan partai Islam pun tidak hanya satu, karena itu kalau kemudian masjid berbicara politik, tidak akan pernah bisa digunakan sebagai pemersatu umat," tambah dia.

Baca: Gara-gara Pernyataan Ini, Prabowo Subianto Disebut Batal Maju Pilpres 2019?

Rommy mengatakan, pembicaraan politik di forum-forum keagamaan diperbolehkan sepanjang konteksnya adalah politik kebangsaan. Sementara, pembicaraan politik praktis, dia berharap jangan.

"Kalau sudah bicara politik praktis, tentu jangan di masjid. Karena kemudian nanti akan ada partai Islam yang lebih berhak untuk berbicara di masjid, berbicara politik praktis, ketimbang partai yang bukan partai Islam," kata Rommy.

Sementara Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid meminta politisi tak menggunakan masjid untuk kegiatan kampanye politik praktis.

Halaman
123
Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help