Tak Punya Uang, Nenek Penderita Tumor Ganas Hanya Pasrah Tunggu Keajaiban

Karena tak memiliki uang, Hamidah, warga Jalan Melati RT 41, Metro Pusat, Kota Metro hanya bisa terbaring menunggu keajaiban

Tak Punya Uang, Nenek Penderita Tumor Ganas Hanya Pasrah Tunggu Keajaiban
Nenek Hamidah menjalani perawatan di RSUD Ahmad Yani 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kisah tragis pasien tak mampu kembali terulang. Karena tak memiliki uang, Hamidah, warga Jalan Melati RT 41, Metro Pusat, Kota Metro hanya bisa terbaring menunggu keajaiban kesembuhan penyakitnya.

Nenek 78 tahun ini didiagnosa menderita Tumor Cavum Nasi. Yakni penyakit yang menyerang dari dalam rongga hidung atau sinus paranasal di sekitar hidung. Sehingga menyebabkan benjolan sebesar bola tenis di wajahnya.

Baca: Keluarga Cendana Hajatan, Adik Panji dan Tunangannya Jadi Sorotan

Beruntung, sejumlah dermawan mendapat kabar akan kondisi Hamidah. Salah satunya Nasrianto Effendi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Metro. Setelah melihat langsung kondisi nenek Hamidah, ia pun mendorong agar keluarga membawa ke RSUD Ahmad Yani.

"Saya dapat kabar dari teman-teman. Dan itu sangat menyedihkan sekali. Nenek cuma bisa menahan sakit di rumah karena enggak ada biaya untuk ke Jakarta. Untuk pengobatan itu ada BPJS, tapi biaya ongkos dan lain-lain itu yang enggak ada," tuturnya.

Baca: Jadwal Lengkap UTBC dan UTBK Peserta SBMPTN 2018, Ini Akibatnya jika Melanggar

Senin (7/5), Tribun Lampung menjenguk nenek Hamidah yang telah berada di ruang THT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani. Ia terbaring lemah dengan infus yang menempel di kulit keriputnya. Dengan terbata-bata, dirinya cuma bisa berucap terima kasih.

Sudah dua bulan lebih, penyakit yang dideritanya ini berkembang dengan pesat. Benjolan pun mulai membesar. Hingga menutupi seluruh hidung dan sebagian mata serta mulut. Pihak keluarga bingung harus berbuat apa.

Azwar, anak kedua Hamidah menuturkan, ibunya diketahui menderita tumor ganas sejak 1,5 tahun lalu. "Tapi waktu itu benjolan belum sebesar saat ini. Dan sempat kembali mengecil," ujarnya saat ditemui di ruang THT RSUD Ahmad Yani.

Adapun Tuti Herlina, anak bungsu Hamidah menceritakan, ibunya sudah dirujuk ke Jakarta oleh RSUD Ahmad Yani. Namun, karena tidak memiliki biaya untuk ke sana, ia hanya bisa berpasrah.

"Mau bagaimana lagi. Kita untuk makan saja susah. Kalau biaya berobat memang ditanggung BPJS. Tapi untuk ke sana dan selama di sana kan butuh biaya besar," tuturnya yang selama ini mengasuh ibundanya.

Terpisah, Direktur RSUD Ahmad Yani Metro Erla Andrianti menjelaskan, pihaknya tidak bisa menangkat tumor ganas yang menyerang Hamidah. Karenanya pasien harus dirujuk ke RS di Jakarta.

"Tidak memungkinkan kalau kita melakukan operasi di sini. Pertama karena alat kita belum memadai untuk itu. Jadi resikonya bisa sangat besar. Yang bisa kita lakukan adalah untuk mengurangi rasa sakit dan membuat fit agar bisa berangkat dan siap operasi," imbuhnya.

Sementara Nasrianto menambahkan, pihaknya berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk bisa membantu meringankan beban keluarga. "Karena memang mereka keluarga kurang mampu. Bagi yang ingin membantu bisa menghubungi Lina 081369684175," ucapnya.

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help