Tak Ada Lagi Gandengan Bareng ke Gereja, Kakak Adik Meninggal karena Bom Surabaya

Saat itu, dia tengah menggandeng putranya, Nathanael, dan kakaknya, Evan, berjalan beriringan.

Tak Ada Lagi Gandengan Bareng ke Gereja, Kakak Adik Meninggal karena Bom Surabaya
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

"Ada luka bakar, luka patah dan luka lainnya," kata dr Priyanto.

Selanjutnya, jenazah Evan dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

Sampai akhir hari Minggu, jumlah korban tewas mencapai 14 orang, sedangkan jumlah korban luka mencapai 43 orang.

Korban luka dirawat di 8 rumah sakit di Surabaya, yaitu masing-masing RSU dr Soetomo 3 orang, RS William Booth 2 orang, RS Bhayangkara Polda Jatim 6 orang, RS Siloam 5 orang, RS Angkatan Laut dr Ramelan 1 orang, RS Bedah 14 orang, RKZ Surabaya 7 orang, dan RS Premier 5 orang.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera sebelumnya mengatakan, sebenarnya ada dua korban luka lagi yang dirawat di RS Undaan, tetapi sudah diperbolehkan pulang dan berstatus rawat jalan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Kisah Pilu Kakak Adik Korban Bom Gereja SMTB di Surabaya, Sempat Digandeng Sang Ibu Saat Turun Mobil

Penulis: Heribertus Sulis
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help