Ini Keunggulan SD Swasta Menurut Ketua Dewan Pendidikan Lampung

Meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam, orangtua siswa lebih merasa nyaman melihat kondisi belajar di

Ini Keunggulan SD Swasta Menurut Ketua Dewan Pendidikan Lampung
Surya
Ilustrasi siswa SD. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jumlah siswa dalam satu ruang kelas di SD negeri yang terbilang cukup banyak, menjadi salah satu alasan orangtua menyekolahkan anak-anaknya di SD swasta.

Meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam, orangtua siswa lebih merasa nyaman melihat kondisi belajar di ruang kelas yang tidak begitu ramai.

Ketua Dewan Pendidikan Lampung, Mahfud Santoso mengungkapkan, sejatinya memang, jumlah siswa yang tidak terlalu banyak dalam satu ruang kelas, menjadi keunggulan bagi SD swasta untuk menarik minat orangtua.

"Tetapi sebenarnya, tidak melulu terkait hal itu (jumlah siswa sedikit). Intinya kenyamanan dalam belajar, baik siswa itu sendiri maupun orangtua," kata Mahfud, Senin (14/5/2018).

Baca: Biaya Pendidikan di SD Elite Capai Rp 100-an Juta, Wali Siswa Kasih Bukti Hasil

Jelang tahun ajaran baru 2018-2019, sejumlah SD swasta telah membuka pendaftaran siswa baru.

Hal itu termasuk SD yang memiliki label elite.

Agar sang anak bisa menempuh pendidikan selama enam tahun di SD elite, orangtua siswa bahkan harus merogoh kocek hingga Rp 100-an juta.

Namun demikian, Mahfud menegaskan, terpenting dalam proses belajar mengajar adalah mutu pendidikan.

Meskipun SD negeri, kata Mahfud, jika mutu pendidikannya sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka masyarakat juga akan berebut untuk mendaftarkan anaknya.

"Sudah banyak contoh. Saya beberapa waktu lalu baru saja pulang dari Surabaya dan melihat-lihat sekolah di sana, termasuk SD. Ada SD swasta itu yang biaya masuknya sampai Rp 25 juta. Terus SPP sampai Rp 600 ribu per bulan. Baru dibuka tiga hari sudah penuh kursinya. Karena apa? Mutu pendidikannya memang sudah terbukti," ungkap Mahfud Santoso.

Idealnya, terus Mahfud, memang dalam satu lokal kelas terisi maksimal 20 sampai 30 siswa.

Standar nasional, ucap Mahfud, menyarankan agar dalam satu ruang kelas berisi maksimal 25 siswa.

"Kalau lebih banyak, misalnya sampai 40 siswa dalam satu ruang kelas, memang akan berdampak ke materi yang diterima siswa. Terkecuali memang jumlah gurunya juga ditambah, menjadi dua, misalnya. Tetapi kalau hanya satu, rasanya sulit untuk mencapai mutu pendidikan yang ideal," kata Mahfud Santoso.

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help