Awas Penipuan! Surat Pemblokiran Rekening BCA yang Viral di Medsos Dipastikan Palsu

Dalam surat elektronik itu seolah-olah BCA menuding pemilik rekening melanggar ketentuan pengisian data pribadi yag tidak valid.

Awas Penipuan! Surat Pemblokiran Rekening BCA yang Viral di Medsos Dipastikan Palsu
tarik setor ATM BCA 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Sebagian nasabah BCA dikejutkan oleh beredarnya surat pemberitahuan mengenai pemblokiran rekening di media sosial, Kamis (17/5/2018).

Dalam surat elektronik itu seolah-olah BCA menuding pemilik rekening melanggar ketentuan pengisian data pribadi yag tidak valid.

Baca: Kejari Bakar Uang Palsu Rp 90 Juta, BI Imbau Masyarakat Teliti Saat Transaksi di Bulan Ramadan

Baca: Disdikbud Terapkan Zonasi Penerimaan Siswa Baru, Warga Rajabasa Tak Boleh Daftar di Tanjungkarang

Baca: MUI Lampung Desak Pemerintah Segera Rampungkan Revisi UU Anti Terorisme

Akibatnya, masih menurut surat itu, nasabah tidak bisa melakukan transaksi menarik uang, menerima uang, maupun mengirim uang.

Jika dalam waktu 48 jam nasabah tidak melakukan registrasi, rekening nasabah akan ditutup permanen.

Untuk membetulkan data yang dibilang salah tersebut, nasabah diminta mengakses sebuah pranala.

Namun, ketika pranala tersebut diklik, yang muncul adalah pemberitahuan bahwa IP adresss alamat pranala tersebut tidak terdaftar.

Sekretaris Perusahaan BCA, Jan Hendra menegaskan, isi surat informasi mengenai pemblokiran ini tidak benar.

"Dan bukan dikeluarkan oleh BCA," kata Jan Hendra, Kamis (17/5/2018).

BCA berharap nasabah mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan bank.

Baca: Pejambret Tas Guru SMAN 10 Balam Ternyata Punya Wilayah dan Jam Operasi

Manajemen BCA berharap nasabah tidak menginformasikan data pribadi ke personal.

Data pribadi ini misalnya personal identification number (PIN)

Jika nasabah ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, BCA menyediakan contact center Halo BCA 1500888, twitter @halobca, web chat www.bca.co.id, atau kantor cabang BCA terdekat.(kontan)

Editor: nashrullah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help