Public Service

Kapan Waktu yang Tepat untuk Salat Rawatib?

Saya mau tanya salat Rawatib (kobliyah) dilaksanakan sesudah adzan atau sebelumnya?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Salat Rawatib?
Tribun Lampung/Perdiansyah
ILUSTRASI 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - KEPADA Yth MUI Lampung. Saya mau tanya salat Rawatib (kobliyah) dilaksanakan sesudah adzan atau sebelumnya? Terima kasih atas jawabannya.

Pengirim: +6281379309xxx

Ada Sebelum dan Sesudah Salat Fardhu

SEBELUM menjalankan salat banyak kesunahan yang bisa kita kerjakan, di antaranya adalah adzan dan salat rowatib. Adzan disunahkan ketika akan mengerjakan salat dan dikumandangkan setelah masuk waktu.

Baca: GRAFIS: Berapa Lama Nikotin Tetap Bertahan dalam Tubuh Anda?

Baca: Bukan di Indonesia, Mantan Kekasih Ariel Ingin Nikmati Masa Tua di Luar Negeri

Tujuan dari adzan tersebut adalah untuk memanggil dan memberi kabar bahwa waktu salat sudah masuk dan akan dikerjakan. Sedangkan salat rawatib dikerjakan mengiringi salat fardhu, ada yang disunahkan sebelum salat dan sesudah salat dan ada juga yang hanya disunahkan sebelum salat.

Adapun waktu mengerjakan sholat qobliyah adalah setelah masuk waktu sholat dan yang lebih baik di kerjakan setelah adzan atau dikerjakan antara adzan dan iqomah. Dari Abdullah bin Mughaffal Al Muzani bliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Di antara setiap dua adzan (azan dan iqamah) itu ada salat (sunnah)." Beliau mengulanginya hingga tiga kali. Dan pada kali yang ketiga beliau bersabda, "Bagi siapa saja yang mau mengerjakannya."

Dan jika adzan dikumandangkan bertepatan dengan awal waktu salat, yang lebih baik adalah mendengarkan adzan dan menjawab adzan kemudian salat rawatib, tujuanya agar mendapat dua keutamaan, yang pertama menjawab adzan dan yang kedua mengerjakan salat kobliyah.

Namun jika adzan agak telat, tidak dilakukan di awal waktu salat, maka tidak masalah untuk melaksanakan salat rawatib, meskipun sebelum adzan.

KH. MUNAWIR
Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help