Warga Sumber Agung Ramaikan Pasar Murah Ramadan Grup Astra

Warga Sumber Agung memadati Pasar Murah Ramadan yang digelar oleh Astra Group Lampung di lapangan Sumber Agung

Warga Sumber Agung Ramaikan Pasar Murah Ramadan Grup Astra
Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Lampung Rudy Chandra Satya (kiri) menyerahkan paket sembako Pasar Murah Ramadan kepada warga. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga Sumber Agung memadati Pasar Murah Ramadan yang digelar oleh Astra Group Lampung di lapangan Sumber Agung, Sabtu (26/5) pagi. Sebanyak 500 paket sembako yang dijual setengah harga disediakan dalam pasar murah ini.

Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Lampung Rudy Chandra Satya menjelaskan, secara nasional, Pasar Murah Ramadan ini serentak dilaksanakan di 115 titik di 58 kabupaten/kota di 29 provinsi di seluruh Indonesia tanggal 26 Mei - 10 Juni 2018 dengan total 57.500 paket sembako.

"Khusus di Lampung kita bagi menjadi dua, 500 paket di desa Sumber Agung yang merupakan Kampung Berseri Astra dan 500 paket lagi ke salah satu pesantren di Kotabumi. Satu paketnya senilai Rp 100 ribu tapi kita jual kepada masyarakat seharga Rp 50 ribu," jelasnya bersama dengan Wakil Ketua Koordinator Wilayah Grup Astra Lampung Ekki Primanda Ramadhan.

Baca: Menabung Rp 500 Ribu Tiap Gajian, Gadis Ini Alami Hal Tragis Saat Buka Celengannya

Rudy menambahkan, masing-masing paket berisi gula pasir 2kg, minyak goreng 2 liter, beras 3kg, tepung terigu 1kg dan sirup 1 botol. Adapun uang hasil penjualan paket sembako tersebut nantinya juga akan kembali ke masyarakat dengan disalurkan ke pesantren maupun kegiatan masyarakat yang sifatnya membangun kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Baca: Deretan Zodiak yang Pernikahannya Rentan Terhadap Perceraian. Duh, Apa Saja?

Kaitannya dengan Desa Sumber Agung sebagai Kampung Berseri Astra, pendampingan Astra Group sudah berjalan hampir satu tahun sejak kick off pada 29 Agustus 2017 lalu. Pendampingan dilakukan pada empat pilar yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan dengan jangka waktu 5 tahun menuju Desa Mandiri.

Tahun 2018 ini, lanjut Rudy, pendampingan difokuskan pada pilar kewirausahaan dengan mendorong usaha-usaha masyarakat setempat dalam hal produksi, pemasaran dan packaging barang untuk meningkatkan nilai jual dan pendapatan masyarakat.

Adapun beberapa unit usaha yang ada dan dikembangkan saat ini di Sumber Agung antara lain produksi kopi, keripik pisang, teng-teng jahe, gula aren dan yang terbaru adalah batik tulis Lampung.

"Sebelumnya usaha ini sudah ada tapi belum optimal. Kita dorong dengan membantu dari sisi peralatan, bagaimana mengemas yang bagus, training manajemen hingga ke pengelolaan keuangan. Mudah-mudahan ketika ini sudah berhasil, bisa memberikan contoh yang bagus untuk desa-desa yang lain," imbuhnya. (ana)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help