Diskes Tanggamus Imbau Masyarakat Jangan Pilih Takjil Berwarna Mencolok

Dinas Kesehatan Tanggamus mengimbau pembuat takjil agar jangan gunakan bahan berbahaya ke dalam makanannya.

Diskes Tanggamus Imbau Masyarakat Jangan Pilih Takjil Berwarna Mencolok

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Kesehatan Tanggamus mengimbau pembuat takjil agar jangan gunakan bahan berbahaya ke dalam makanannya.

Menurut Taufik Hidayat, Sekretaris Diskes Tanggamus, penggunaan bahan berbahaya yang biasa dijumpai pada makanan adalah untuk pewarna dan pengawet. Selain membahayakan kesehatan itu juga menipu konsumen.

Baca: Angkatan Laut China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan

Baca: Pemda Tanggamus Raih Predikat Opini WTP Dari BPK Perwakilan Lampung

"Jadi kami minta pembuat makanan takjil hindari itu, jangan sampai digunakan demi mengejar keuntungan namun justru merugikan konsumen," ujar Taufik, Senin 28 Mei 2018.

Biasanya bahan berbahaya untuk kategori pewarna adalah zat pewarna pakaian atau Rhodamin B. Jika makanan diberi itu warnanya akan lebih tajam, atau mencolok. Hal ini membuat daya tarik bagi masyarakat awam karena warnanya terkesan hidup.

Sedangkan jika pengawet, zat berbahaya yang biasa digunakan adalah boraks. Jika makanan diberi bahan ini maka ketahanannya akan lama, khusus pada makanan olahan basah.

"Semua makanan yang diberi bahan berbahaya mulai dari zat pewarna dan pengawet dapat menimbulkan kanker, atau minimal dampak jangka pendek mengakibatkan diare," ujar Taufik. (Tri Yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help