Home »

Metro

Saat Kecil, Kapolda Lampung Suntana Sempat Jualan Air

Jenderal bintang dua ini mengenang kala itu, sepulang sekolah ia selalu menyempatkan untuk belajar mengaji.

Saat Kecil, Kapolda Lampung Suntana Sempat Jualan Air
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Kapolda Lampung Irjen Suntana (kanan) membagikan takjil kepada pengendara motor di Metro, Selasa, 28 Mei 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Tidak banyak yang tahu masa lalu Inspektur Jenderal Suntana. Sebelum menjadi Kapolda Lampung, ternyata Suntana menjalani kehidupan yang keras.

Salah satunya, Suntana pernah berjualan air. Pria kelahiran 2 Juni 1966 ini berbagi kisah dengan ratusan santri Yayasan Pondok Pesantren Tumaninah Yasin, Metro, Selasa, 28 Mei 2018.

Mantan Kapolsek Kota Manokwari ini bahkan mengaku terbiasa menjalani masa-masa sulit semasa kecil. Kala itu, ia harus turut serta membantu ayahnya yang hanya berprofesi sebagai tukang jahit.

"Dua tahun saya mengurusi ayah saya yang sakit saat saya sekolah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, saya menjual air. Satu jerikennya lima rupiah," ungkap Suntana.

Baca: Subhanallah, Impian Pedagang Ayam Ini Bangun Masjid (nan Mewah) Sejak SMP pun Terwujud

Baca: Jelang Lebaran, Penjualan Mobil Bekas Meningkat

Jenderal bintang dua ini mengenang kala itu, sepulang sekolah ia selalu menyempatkan untuk belajar mengaji. Untuk menambah uang jajan, dia mengajar les bahasa Inggris dan matematika.

"Saya ngajarin teman dan tetangga," ucap Suntana.

Selepas SMA, Suntana sempat diterima di Universitas Indonesia. Namun, karena sang ibunda yang telah janda tak sanggup untuk membiayai kuliah, ia pun melepas kesempatan itu.

"Ibu saya hanya menangis. Saya tidak patah semangat. Saya terus meminta restu kepada ibu untuk mencari sekolah yang gratis. Akhirnya, saya mendaftar di sekolah kepolisian dan diterima," tutup alumnus Akpol 1988 itu. (*)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help