Pemprov Lampung Dukung PLN Percepat Bangun GITET

Sebelum pihak Pemprov membuat tim, kita mengharapkan kepada pihak PT. PLN untuk melengkapi dokumen-dokumen perencanaannya

Pemprov Lampung Dukung PLN Percepat Bangun GITET
Istimewa
Zainal Abidin saat memimpin Rapat Ekspose Rencana Kegiatan Pembangunan GITET tersebut di Ruang Rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Rabu (30/5/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendukung PT. PLN dalam percepatan pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275 kV Sribawono, sebagai Program Strategis Nasional di Desa Batang Hari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran seluas 6,25 Ha.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Lampung, Zainal Abidin saat memimpin Rapat Ekspose Rencana Kegiatan Pembangunan GITET tersebut di Ruang Rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Rabu (30/5/2018).

Menurut Zainal Abidin, GITET tersebut merupakan transmisi Sumatera Selatan - Lampung atau Gumawang - Lampung I.

"Pihak PT. PLN sudah ekspose tentang lokasi, kemudian telah menyerahkan dokumen perencanaan kepada kita, dan sesuai Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Maka dukungan kita selanjutnya yakni kita akan membentuk Tim Persiapan Pengadaan Tanah yang akan ditandatangani oleh Gubernur Lampung," ujar Zainal.

Tetapi sebelum pihak Pemprov Lampung membentuk Tim Persiapan Pengadaan Tanah tersebut, Zainal mengatakan PT. PLN harus terlebih dahulu melengkapi dokumen-dokumen perencanaan tentang tata lingkungan untuk menuju pada proses selanjutnya.

"Sebelum pihak Pemprov membuat tim, kita mengharapkan kepada pihak PT. PLN untuk melengkapi dokumen-dokumen perencanaannya terutama berkaitan dengan masalah kajian lingkungan di lokasi tersebut.

Harus adanya dokumen terkait Analisis Dampak Lingkungan, jangan sampai begitu kita sudah bentuk tim persiapan, ternyata izinnya tidak keluar," katanya.

Setelah hal itu dilakukan, lanjut Zainal, barulah dilakukan pendekatan kepada masyarakat sebagai pemilik lahan yang akan dibangunkan GITET 275 kV.

"Kita mintakan persetujuan masyarakat, harapan kita masyarakat dapat setuju. Jika masyarakat setuju, prosedur persyaratan dokumen-dokumen tersebut akan menjadi dasar bagi persetujuan Gubernur yang disebut dengan penetapan lokasi.

Halaman
12
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help