Inilah Tempat yang Sah Untuk Ibadah Itikaf dan Bacaan Niat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

Iktikaf atau berdiam diri dan merenung haruslah dilakukan di masjid. Namun, tak jarang masyarakat memiliki persepsi yang berbeda soal tempat salat.

Inilah Tempat yang Sah Untuk Ibadah Itikaf dan Bacaan Niat Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
GrafisTribunlampung/Dodi
Adab Itikaf 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Iktikaf atau berdiam diri dan merenung haruslah dilakukan di masjid.

Namun, tak jarang masyarakat memiliki persepsi yang berbeda soal tempat salat.

Baca: 7 Musisi Tanah Air Ini Putuskan Hijrah. Nomor 6 Nggak Nyangka dari Band Metal Kini Jadi Pendakwah

Tidak semua tempat salat adalah masjid, bisa jadi itu adalah musala atau surau.

Dilansir Tribunjogja.com dari laman Nu Online, Selasa 5 Juni 2018, iktikaf tidak dapat dilakukan atau dianggap sah kecuali dilaksanakan di masjid.

Disampaikan oleh Maftukhan ad-Damawi dari Nu Online, menurut kitab Bughyah al-Mustarsyidin, masjid adalah tanah, bangunan, atau tempat yang diproyeksikan untuk masjid, baik diucapkan dengan jelas atau niat pemilik tanah atau penyumbang dana.

 

Jika tujuannya tidak diketahui, namun masyarakat sekitar menyebutnya masjid, maka tempat ibadah tersebut bisa dikategorikan masjid.

Baca: LIVE STREAMING di Indosiar Liga 1 Persib Bandung vs PSMS Medan. Kick Off Jam 21.00 WIB. Jangan Lupa

Yang jelas pastikan tempat anda beriktikaf adalah masjid bukan musala.

Karena walaupun sama-sama tempat ibadah, hukum keduanya berbeda, menurut Maftukhan.

Selain itu, berikut bacaan niat iktikaf yang dilantunkan Nabi Muhammad SAW beserta artinya:

نَوَيْتُ اَنْ اِعْتِكَفَ فِى هَذَا المَسْجِدِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu an i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatal lillaahi ta’alaa”

Halaman
123
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved