Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018 Siap Antisipasi 4 Potensi Kerawanan

Personel tersebut tediri dari 156 personel Polda Lampung, 2.248 personel Polres jajaran dan instansi terkait sebanyak 2338 personel.

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018 Siap Antisipasi 4 Potensi Kerawanan
Istimewa
Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menjadi Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2018, pada Rabu Pagi (6/6/2018), di Lapangan Korpri Kantor Gubenur Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG--- Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menjadi Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2018, pada Rabu Pagi (6/6/2018), di Lapangan Korpri Kantor Gubenur Lampung.

Didik membacakan sambutan tertulis Kapolri Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.d dengan didampingi Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana dan Danrem 043/Gatam Kolonel Kav Erwin Djatmiko.

Dalam sambutan tersebut terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama.
Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

Pada tahun 2017 secara umum stabilitas harga pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan.

Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Bulog, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), maupun Satgas Pangan Polri.

Pemprov
Pemprov (Istimewa)


Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada distribusi pangan, penimbunan oleh kelompok kartel mafia pangan dan perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan.

Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari stakeholders guna mengatasi masalah ini.

Kerawanan kedua adalah kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.

Hasil survey jalan yang dilaksanakan bersama Kor lantas Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik Lebaran.

Melalui sambutan tertulisnya sehubungan dengan hal tersebut, Kapolri meminta kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat.

Berbagai strategi bertindak telah ditetapkan agar diikuti dengan baik yaitu dengan mengoptimalkan pelayanan pada 3.097 pos pengamanan, 1.112 pos pelayanan, 7 pos terpadu, dan 12 pos check point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi.

Potensi kerawanan ketiga yang harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas,curanmor, copet, pencurian rumah
kosong, begal, dan hipnotis.

Halaman
123
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help