Penampakan Bus Mewah Ini Bikin Melongo, Pesawat Saja Kalah

Area kursi yang lebih lega dengan leg rest, ditambah hiburan entertainment berupa televisi LCD lengkap dengan headset di masing-masing kursi.

Penampakan Bus Mewah Ini Bikin Melongo, Pesawat Saja Kalah
Intisari
Bus mewah double decker (tingkat) PO Putra Mulya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jangan remehkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Sebab, di awal-awal masa kemerdekaan dulu, bus-bus inilah yang berjasa mengantarkan warga dari satu daerah ke daerah lain.

Setidaknya, itulah sisi historis yang diungkapkan Angga Vircanza Chairul, direktur utama PT NPM (Naikilah Perusahaan Minang), sebuah perusahaan pengelola bus yang berdiri sejak 1937.

“Masa jaya transportasi bus itu terjadi tahun 1990-an,” ungkap Angga.

Kala itu bus merupakan pilihan utama masyarakat Indonesia. Maklum, tiket bus jauh lebih murah ketimbang pesawat.

Kondisi berubah selepas 2001, saat leasing pesawat makin murah serta izin pendirian maskapai dan pembukaan rute terbuka lebar.

Ditambah lagi hadirnya low cost carrier (LCC) atau penerbangan bertarif rendah, bus mulai terpinggirkan. Penumpang perlahan-lahan mulai beralih menggunakan pesawat atau kereta api.

Baca: Petrucci ke Ducati, Lorenzo Gantikan Predosa di Honda

Apa boleh buat, transportasi bus memang memiliki kelemahan waktu tempuh yang lebih lama.

Hal itu diakui Kurnia Lesani Adrian atau Sani, direktur utama PT San Putra Sejahtera dan PT Putera Mulya Sejahtera.

Bandingkan saja, rute Jakarta-Yogyakarta menggunakan bus bisa mencapai waktu tempuh 8-10 jam, tergantung kondisi jalan raya. Sementara pesawat cukup satu jam saja.

Kendati begitu, pertimbangan waktu tempuh dan harga masih bisa diperdebatkan di mata Sani. Contoh, rute Jakarta-Yogyakarta dengan pesawat, harga tiketnya Rp 450 ribu. Sedangkan tiket bus eksekutif dengan rute yang sama dihargai Rp 200 ribuan.

Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved