Ridho Sebut ”Mata Sipit”, Hartarto: Itu Bukan Rasis

Hartarto menambahkan, tidak bisa dipungkiri kontribusi suku Tionghoa atau mata sipit sangat besar untuk pembangunan Provinsi Lampung.

Ridho Sebut ”Mata Sipit”, Hartarto: Itu Bukan Rasis
tribunlampung
Calon gubernur Lampung petahana M Ridho Ficardo 

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Politikus Partai Demokrat Hartarto Lojaya membela koleganya, M Ridho Ficardo. Menurutnya, ungkapan mata sipit yang disampaikan calon petahana saat kampanye di Sukadana, Lampung Timur tidak bermaksud rasis.

Ungkapan ini, kata anggota DPRD Lampung dari Fraksi Demokrat ini, tidak ditujukan kepada semua kaum Tionghoa. Pasalnya, hubungan warga Tionghoa dan Ridho selama ini cukup baik.

"Bukan maksud Ridho untuk rasis. Sebab, hubungan Ridho dengan mata sipit atau warga Tionghoa selama ini cukup baik. Dan Ridho tahu itu," kata Hartarto melalui ponsel, Rabu, 6 Juni 2018.

Pasalnya, menurut Hartarto, sebagai salah satu legislator beretnis Tionghoa di DPRD Lampung, ia banyak ditanya  rekannya mengenai pernyataan Ridho dalam sebuah acara kampanye itu.

Baca: Duh, 3 Sejoli Terjaring Razia Berduaan di Kosan

Baca: Ingin Kaya Mendadak, Tukang Pijat Malah Tertipu Rp 230 Juta

Hartarto menjelaskan, hubungannya dengan Ridho sudah berlangsung lama. Antara lain saat dia menjadi ketua tim pemenangan Ridho saat maju sebagai ketua DPD Demokrat Lampung.

"Dulu ketua tim pemenangan DPD Demokrat kan saya. Saya mata sipit juga, saya di Demokrat. Dan di Pilgub 2014 lalu juga hubungannya baik dengan mata sipit. Jadi gak ada masalah. Ketua saya hanya kepeleset. Gak usah dibesar-besarkan," tegasnya.

Hartarto menambahkan, tidak bisa dipungkiri kontribusi suku Tionghoa atau mata sipit sangat besar untuk pembangunan Provinsi Lampung.

"Jika statemen ketua saya itu adalah rasisme, maka saya orang pertama yang akan mundur dari Partai Demokrat. Sebab, partai ini menjunjung asas pluralisme nasionalisme," pungkasnya. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help