Public Service

Begini Jerat Hukum Pencabulan Terhadap Penderita Gangguan Mental

Bagaimana jerat hukum bagi pelaku (dewasa) melakukan pencabulan terhadap penderita gangguan mental

Begini Jerat Hukum Pencabulan Terhadap Penderita Gangguan Mental
kompas.com
ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - KEPADA Yth LBH Bandar Lampung. Bagaimana jerat hukum bagi pelaku (dewasa) melakukan pencabulan terhadap penderita gangguan mental (wanita umur 17 tahun)? Mohon penjelasannya, terima kasih.‬

Baca: Mau Pamer Pacar Baru Malah Fotonya Bikin Merinding, Lihat Bagian Belakangnya!

Baca: Jadwal Buka Puasa di Bandar Lampung dan Sekitarnya Hari Ini, Sabtu 9 Juni 2018

‪Pengirim: +6285779854xxx‬

Dapat Diancam Pidana Pencabulan

‪TERIMA KASIH atas pertanyaannya. Kami akan menguraikan pertanyaan anda. Pertama-tama, perlu diketahui bahwa seseorang dengan usia 17 tahun dianggap sebagai anak karena berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. ‬

‪Oleh karena itu kami melihat pelakunya dapat diancam pidana karena pencabulan anak sebagaimana diatur dalam Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp 60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).‬

‪Jadi keimpulan dari kami bahwa pelaku dapat dilaporkan atas diduga kera melakukan pencabulan terhadap anak yang tidak berdaya dikarenakan gangguan kejiwaan.

CHANDRA BANGKIT S
Kadiv Ekosob Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help