Sanksi Menanti Tenaga Medis Jika Mangkir Piket Libur Lebaran

Diskes Pringsewu tak segan memberi sanksi kepada petugas medis yang mangkir dari piket libur dan cuti Lebaran.

Sanksi Menanti Tenaga Medis Jika Mangkir Piket Libur Lebaran
Dok Tribun Lampung
Posko Lebaran di Kalibalok, Bandar Lampung.

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG R DIDIK BUDIAWAN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dinas Kesehatan Pringsewu tidak akan segan memberi sanksi tegas kepada petugas medis yang mangkir dari tugas piket pada libur dan cuti bersama Lebaran 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Purhadi menyatakan, sanksi itu tidak tanggung-tanggung, yakni pemberian uang untuk pensiun dini.

"Tidak akan segan memberi sanksi kepada mereka yang bandel atau nakal, tidak datang saat tugas piket melayani masyarakat," ujarnya, Jumat (8/6/2018).

Atas keberadaan petugas piket yang sudah terjadwal itu, Purhadi memastikan puskesmas dan rumah sakit di Pringsewu tetap buka pada libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Walaupun libur Lebaran, tempat pelayanan kesehatan tetap beroperasi," kata Purhadi.

"Yang libur di tempat pelayanan kesehatan adalah administrasinya. Pelayanan kesehatan masih tetap buka di bagian Unit Gawat Darurat," sambungnya.

Purhadi menjelaskan, setiap kali piket, ada dokter dan perawat yang bertugas. Adapun puskesmas yang buka hanya puskesmas induk. Sedangkan puskesmas pembantu, tenaganya beralih membantu di puskesmas induk.

"Penjagaan puskesmas selama libur Lebaran ini secara bergantian," ujar Purhadi seraya menambahkan, jumlah puskesmas induk sebanyak 13 unit, yang 11 unit di antaranya berupa puskesmas rawat inap.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Pringsewu Sagang Nainggolan berharap diskes bijak mengambil keputusan terhadap jajarannya. Mengingat pada Hari Raya Idul Fitri, selain fokus pelayanan kepada masyarakat, di sisi lain juga harus menghargai suasana Lebaran.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help