Kapolsek Pringsewu Andik: Pertama Kali Grogi Karena Kudanya Tinggi

Andik mengakui kerap datang ke IMHAC bersama istri dan dua anaknya. Kehadiran mereka dapat dipastikan setiap hari libur sekolah.

Kapolsek Pringsewu Andik: Pertama Kali Grogi Karena Kudanya Tinggi
Tribunlampung/Didik
Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit.

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Langit terlihat cerah pada Kamis (7/6) pagi di wilayah Kabupaten Pringsewu. Dimana sejumlah orang di Insan Mulia Hourse and Archery Canter (IMHAC) tengah sibuk merawat kuda. Ada kurang lebih empat orang terlihat sedang membersihkan kuda.

Ada juga yang sedang menyikat tubuh kuda dan ada beberapa yang sibuk memasang pelana. Selanjutnya membawa ke lokasi lintasan kuda.

Mereka melatih kuda ini untuk menjadi tunggangan yang jinak. Kandang dan tempat berkuda ini berada tepat di belakang bangunan bekas gedung walet.

Baca: Batasi Minum Soft Drink Selama Idul Fitri, Bisa Berdampak Buruk Bagi Ginjal

Lokasinya di wilayah Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu. Tidak sulit untuk menemukan IMHAC karena sudah familiar. Berkendara dari arah Pringsewu menuju Ambarawa, akan menemukan tanda papan yang menujukkan lokasi IMHAC.

Masuk gang kurang lebih 100 meter menemukan gedung bekas walet yang terpagar keliling dengan area di dalamnya sekitar 1 hektar. Pagar yang mengelilinginya pun cukup tinggi sekitar 2,5 meter. Demikian juga dengan pintu gerbangnya.

Ketika penulis berkunjung pagi itu gerbang telah terbuka. Ketika masuk ke dalamnya sudah dihadapkan dengan lokasi latihan panahan. Berada tepat pada sisi sebelah kiri dan pada sebelah kanannya merupakan gedung bekas gedung walet yang saat ini menjadi gudang.

Baca: Fashion Show di Jeddah Buat Penontonnya Merinding, Lihat Posisi Bajunya Saat Peragaan

Masuk lagi di belakang gedung walet terlihat kandang yang berisikan kuda. Ada delapan kuda. Kemudian dihadapan kandang terdapat lokasi yang terpagar kayu keliling sebagai tempat berlatih menunggang kuda.

Sebelahnya lagi berupa area lintasan berkuda yang lumayan luas. Manager IMHAC Andika Kuswara banyak bercerita tentang tempat itu. Lokasi yang menjadi satu-satunya tempat berkuda di Pringsewu ini milik H Riyanto, salah satu pengusaha kopi terkenal di Bumi Jejama Secancanan.

"Ambisi pak Riyanto untuk memperkenalkan olahraga sunah, memanah dan berkuda, sehingga terwujudlah tempat berkuda dan memanah. Ternyata manfaat berkuda luar biasa," ujar Andika yang juga pelatih berkuda ini.

Halaman
12
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help