Begal Gentayangan Hantui Pemudik di Lampung, Kapolres Sampai Diultimatum Kapolri

Lebaran ini tidak ada begal. Jika ada aksi begal dan tidak bisa ditangkap, maka kapolresnya yang nanti saya begal.

Begal Gentayangan Hantui Pemudik di Lampung, Kapolres Sampai Diultimatum Kapolri
Syahroni Korban Begal 

KALIANDA, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ancaman pembegalan terhadap pemudik mendapat atensi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Tak tanggung-tanggung, Tito memberi ultimatum kepada para kapolres untuk benar-benar memberikan jaminan keamanan kepada para pemudik.

Jika masih terjadi aksi begal terhadap pemudik, dan pelakunya tidak berhasil ditangkap, Kapolri mengancam akan mencopot kapolres yang bertanggung jawab di wilayah terjadinya kejahatan tersebut.

Baca: Begal Bersenjata Konvoi Cari Mangsa, Pemudik Dipepet lalu Dihajar hingga Terkapar

"Lebaran ini tidak ada begal. Jika ada aksi begal dan tidak bisa ditangkap, maka kapolresnya yang nanti saya begal (copot)," kata Tito saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (11/6).

Dalam kunjungan ini, Kapolri didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjono, Menko PMK Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Kesehatan Nila F Moeleok.

Tito pun memberi "restu" kepada jajaran polres untuk tembak di tempat kepada para pelaku begal yang mengancam keselamatan pemudik. Bahkan, Tito meminta Kapolda Lampung untuk menerjunkan pasukan khusus dari Brimob.

Aksi pembegalan sebelumnya menimpa Syahroni (32), pemudik sepeda motor asal Bekasi yang hendak pulang ke kampung halamannya di Tanggamus.

Syahroni yang berboncengan dengan rekannya, dicegat oleh enam pelaku begal yang mengendarai tiga motor di Jalinsum ruas Simpang Kates, Katibung, Sabtu (9/6) dini hari.

Baca: Cinta Pandangan Pertama dan Digerebek, Fakta Unik Nenek 78 Tahun Dinikahi Bujang dan Hamil

Baca: Namanya Terseret Sosok yang Ditangkap Polisi, Cut Keke Kini Hidupnya Berubah Drastis

Baca: Kehamilannya Diungkap Teman, Artis Ini Diserbu Pertanyaan Nikahnya Kapan?

Para pelaku kemudian membawa kabur motor milik Syahroni.

Menurut Tito, kelompok-kelompok begal sebenarnya sudah bisa dideteksi dan diidentifikasi oleh Satuan Reserse dan Intel.

Kapolri di Bakauheni
Kapolri di Bakauheni ()
Halaman
1234
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help