Kapal Bekas Terbakar, Seorang Pria Larang Jurnalis Meliput

Kebakaran terjadi di Jalan Ikan Manyung No 144, RT 6, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras.

Kapal Bekas Terbakar, Seorang Pria Larang Jurnalis Meliput
Doc BPBD Bandar Lampung
Petugas BPBD Bandar Lampung memadamkan api yang melalap kapal bekas di gudang kapal, Jalan Ikan Manyung No 144, RT 6, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Selasa (12/6/2018) sekitar pukul 10.50 WIB. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kebakaran terjadi di Jalan Ikan Manyung No 144, RT 6, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Selasa (12/6/2018) pagi menjelang siang, sekitar pukul 10.50 WIB.

Si jago merah melalap satu unit kapal yang sudah tak beroperasi di dalam gudang kapal bekas milik PT Batu Makmur.

"Yang terbakar hanya satu unit kapal yang tidak beroperasi lagi," ujar Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bandar Lampung M Rizki.

BPBD menurunkan 20 personel beserta mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api yang melalap kapal bekas tersebut.

"Tadi ada 20 personel yang turun. Para personel berhasil menjinakkan api sekitar pukul 12.30 WIB," kata Rizki.

Sementara seorang penjaga gerbang PT Batu Makmur yang tak bersedia menyebut namanya mengaku yang terbakar hanya sampah.

"Sudah padam. Cuma sampah yang terbakar, bukan gudang," ujarnya.

Pantauan Tribun, dua unit mobil damkar dan satu unit mobil suplai air berada di lokasi kebakaran. Para personel BPBD tampak berusaha memadamkan api.

Meskipun kapal sudah tak beroperasi dan mangkrak di gudang, penghuni gudang terlihat khawatir dan kebingungan.

Jurnalis Tribun sempat hendak mengambil foto. Namun, seorang pria menghentikan upaya awak Tribun.

"Cukup-cukup, nggak usah diliput. Sudah selesai, nggak usah. Pergi-pergi," pekik seorang pria yang mengenakan baju kemeja warna biru dari atas sepeda motor matik warna putih.

Belum selesai, seorang pria paruh baya mengendarai All Terrain Vehicle (ATV), kendaraan roda empat, menghampiri sembari menelepon seseorang dengan nada keras.

"Bapak, tolong cepat ke sini. Banyak wartawan di sini. Tolong diamanin," katanya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help