Mudik Lebaran 2018

VIDEO: Kapolresta Sebut Tidak Ada Calo di Terminal Rajabasa

Namun, kata Murbani, dari hasil pengamatan anggotanya, tidak ada lagi calo di Terminal Rajabasa. Menurut dia, itu hanya kesalahpahaman.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Mendengar informasi ada calo yang masih berkeliaran, Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono langsung turun ke Terminal Rajabasa, Selasa, 12 Juni 2018.

Namun, kata Murbani, dari hasil pengamatan anggotanya, tidak ada lagi calo di Terminal Rajabasa. Menurut dia, itu hanya kesalahpahaman.

"Sebenarnya selama pengamatan kami di sini calo-calo tidak ada. Yang ada hanya dari agen dan dari porter (pelayan jasa) yang membantu penumpang mengangkut barang," ungkap Murbani.

Murbani menjelaskan, terjadi kesalahan persepsi terhadap peran agen dan porter. Mereka ingin membantu penumpang, namun terkesan terburu-buru.

Baca: Sedang Pasang Atap di SMPN 36, Dua Pekerja Jadi Korban Puting Beliung

"Sehingga terkesan memaksa. Maka saya imbau dan tekankan kepada mereka jangan sampai ada rebutan porter atau barang. Mereka siap untuk menjaga mengamankan Terminal Rajabasa," sebutnya.

Pimpinan loket ALS Kaman Saragih menegaskan, selama ini agen dan porter terkesan tarik-menarik saat membantu dan mengangkat barang penumpang.

"Kelihatanya kayak ditarik. Padahal, hanya bantu ngangkat barang. Jadi ini sudah kami sarankan ke petugas perhubungan dan tentara tidak boleh maju ke lapangan. Jadi kesannya tidak ditarik. Siap nunggu di depan bus masing-masing," ungkap Kaman.

Baca: Kaget Ditabrak Wanita, Pengendara Terios: Polisi Tidur Aja Diembat

Kaman mengaku, pihaknya telah memberikan tanda pengenal dan seragam untuk para agen dan porter. "Jadi yang sopir pakai ID card dan yang kernet pakai seragam. Jadi biar ketahuan mana. Kalau gak pakai ID card gak boleh narik. Itu berarti calo. Sudah kami data ada 150 orang," tambahnya.

Kepala Terminal Rajabasa Denny Wijdan membenarkan pihaknya memberikan tanda pengenal dan seragam kepada para agen maupun porter.

"Oleh sebab itu, karyawan yang tidak memegang ID itu disebut calo. Dengan adanya pendataan, bisa saling memberi informasi dan mem-backup. Maka jelang Lebaran ini kami buat paguyuban pengurus agar semua tertata rapi," kata Denny. (*) 

Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help