Harry Kane Ungkap Mengapa Inggris selalu Gagal di Turnamen Besar

Inggris memang tampil sangat mengecewakan. Pada Piala Eropa 2016, Inggris tersingkir pada babak 16 besar dari tim non-unggulan, Islandia.

Harry Kane Ungkap Mengapa Inggris selalu Gagal di Turnamen Besar
AFP
Harry Kane dua dari kanan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kapten timnas Inggris, Harry Kane, berpendapat bahwa kegagalan negaranya di berbagai turnamen adalah karena tampil tidak agresif.

Dalam dua kompetisi terakhir, Inggris memang tampil sangat mengecewakan. Pada Piala Eropa 2016, Inggris tersingkir pada babak 16 besar dari tim non-unggulan, Islandia.

Baca: Mengapa Selalu Ada Ketupat di Setiap Lebaran? Ternyata Ini Asal Muasal dan Maknanya

Baca: Anggun dengan Kaftan ala Yuni Shara, Bisa Jadi Inspirasi Kamu Nih di Hari Raya

Dua tahun sebelumnya, Inggris bahkan tidak lolos dari fase grup Piala Dunia 2014. Tim berjuluk The Three Lions itu harus pulang dengan malu setelah menjadi juru kunci Grup D di bawah Kosta Rika, Uruguay, dan Italia.

Baca: Mengapa Selalu Ada Ketupat di Setiap Lebaran? Ternyata Ini Asal Muasal dan Maknanya

Belajar dari kesalahan tersebut, Kane mengatakan bahwa timnas Inggris nanti akan bermain dengan pendekatan baru pada Piala Dunia 2018.

Baca: 7 Fakta Aplikasi Tik Tok yang Tengah Viral: dari Kalahkan WhatsApp Hingga Disalahgunakan

"Tujuan kami adalah bermain agresif dan berani dalam penguasaan bola, jika kami ingin memenangi turnamen ini," ujar Kane dikutip BolaSport.com dari Skysports.

"Akan ada saat-saat yang sulit, dan naik dan turun. Kadang-kadang pergi ke turnamen besar adalah tentang bagaimana tidak kalah dan bermain kurang agresif, tetapi bagi kami ini adalah bagaimana bermain sepak bola menyerang." ucap Kane.

Pada Piala Dunia kali ini, Inggris tergabung di Grup G bersama Tunisia, Panama, dan Belgia.

"Kami bertujuan untuk memenangi pertandingan pertama, kemudian menargetkannya pada laga kedua, dan berusaha terus seperti itu nantinya," ucap pemain Tottenham Hotspur ini. (Putra Rusdi Kurniawan)

Editor: soni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help