Kematian Tragis Bunta dan Yongki, Dua Gajah Sumatera Terlatih yang Tewas Dibunuh Pemburu Gading!

Saat ini pemberitaan sedang diramaikan dengan kisah memilukan tentang kematian gajah jantan bernama Bunta.

Kematian Tragis Bunta dan Yongki, Dua Gajah Sumatera Terlatih yang Tewas Dibunuh Pemburu Gading!
Kolase/Twitter/Instagram/@tuluscompanyindonesia
Keadilan untuk Gajah Bunta 

“2006 Bunta ditangkap, lalu dilatih. Saat itu masih dibolehkan menangkap gajah liar untuk dilatih. Baru 2008 tidak dibolehkan lagi,” tuturnya.

Bunta ditempatkan di CRU Serbajadi, Aceh Timur dan memiliki jasa banyak mengatasi konflik gajah dan manusia di Aceh Timur.

“Ini kasus pertama, ada gajah jinak, terlatih, dibunuh di Aceh. Karena itu pula, kami berharap masyarakat membantu upaya penangkapan pelaku pembunuhan Bunta,” pungkasnya.

Baca: Semua Penduduk Laki-laki di Desa Ini Menikah 2 Kali, Alasan Dibaliknya Tak Terduga

Dan kematian Bunta mengingatkan pada kematian Gajah Yongki di Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pesisir Barat, Lampung, pada Jumat (18/9/2015).

Sama seperti Bunta, Yongki adalah salah satu pahlawan yang kerap mencegah jatuhnya korban manusia atau gajah saat terjadi konflik antara gajah dan manusia.

Yongki adalah gajah jinak berumur 35 tahun yang tinggal di Posko Pemantauan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) wilayah Pemerihan, Pesisir  Barat.

Di posko tersebut, selain Yongky juga tinggal dua gajah jantan, Karnangin dan Renggo; 2 gajah jantan anakan, Tomi dan Sampot; serta 1 gajah betina, Arni.

Pada Jumat (18/9/2015) itu, sekitar pukul 04.00, posko itu disatroni pencuri.

Tanpa belas kasihan, pencuri membunuh Yongki dan mencabut gadingnya.

Baca: Singkirkan Bale, Lopetegui Bikin Ronaldo dan 2 Bintang Real Madrid Lainnya Tak Jadi Hengkang

Kematian Yongki meninggalkan kesedihan bagi banyak kalangan, termasuk petugas jaga yang tinggal sekitar 200 meter dari posko.

Ketika itu berita kematian Yongki pun segera tersebar.

Tagar #RIPYongki langsung merebak di dunia maya.

 Vokalis Tulus pun mengaku marah sekaligus sedih terhadap pelaku pembunuhan Yongki.

Apalagi Yongki pernah digunakan Tulus untuk membantu proses shooting klip video lagu "Gajah".

"Saya amat sangat mengecam. Saya rasa semua manusia yang punya hati nurani melihat binatang dibegitukan pasti akan mengecam," ujar Tulus ketika itu.

Ia juga mengungkapkan, memiliki kedekatan dengan Yongki.

Baca: Ubah Warna Rambut, Netizen Gagal Fokus dengan Bintik-bintik Putih di Rambut Aurel

Untuk shooting klip video lagu "Gajah", yang ada dalam album Gajah (2014), Yongki yang membuka jalan di hutan Lampung.

Karena itu, mendengar Yongki tewas karena dibunuh dengan racun untuk diambil gadingnya, Tulus mengaku marah dan sedih.

"Jadi, dia itu gajah yang saya naikki di sana. Jadi, yang bukain jalan ketika saya masuk ke hutan, ke tempat di mana manusia belum bener-bener masuk ke sana, dan dia diracun dan gadingnya diambil," ucap Tulus.

"Karena ditambah saya pernah bersentuhan dengan dia (Yongki). Dan, album Gajah, salah satunya inspirasi saya," ucapnya lagi. 

Dan akhirnya pembunuh Yongky ditangkap oleh polisi. Sayangnya, Tarmudzi keburu tewas sebelum diproses lebih lanjut.

Baca: Diisukan Balikan dengan Didi Mahardika, Begini Tanggapan Vanessa Angel

Kematian gajah di Lampung juga kembali terjadi pada Senin, 12 Februari 2018 lalu.

Katika itu, bangkai gajah ditemukan saat tim Polisi Kehutanan (Polhut) dan RPU tengah melakukan patroli di kawasan SPTN wilayah III Kuala Penet Resor Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Kapolsek Labuhan Ratu, Polres Lampung Timur Ajun Komisaris Siswanto membenarkan pristiwa penemuan bangkai Gajah itu.

Gajah liar di Way kambas ditemukan mati mengenaskan. (dok. Tim Patroli TNWK Lampung Timur)
Gajah liar di Way kambas ditemukan mati mengenaskan. (dok. Tim Patroli TNWK Lampung Timur) ()

Menurut Siswanto, saat ini tim Polhut dengan aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan atas kematian gajah tersebut.

"Dugaan polisi sementara, gajah betina itu mati diduga dilakukan oleh pemburu liar," terang Siswanto mewakili Kapolres Lamtim AKBP Yudi Chandra, Selasa, 13 Februari 2018.

"Dari hasil TKP, di tubuh gajah ditemukan 5 bekas luka tembakan, di bagian dada dan kepala gajah. Kemudian gigi dan gading gajah sudah tidak ada lagi," pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul : Pembunuhan Gajah Bunta, Gubernur Aceh Buat Sayembara Cari Pelaku Berhadiah Rp 100 Juta

Penulis: teguh_prasetyo
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help