Pasca Dijemput Densus, Begini Kondisi Rumah Terduga Teroris di Pringsewu

Keduanya mengaku tidak tahu persis kasus apa yang membuat PP ditangkap polisi. Namun, peristiwa tersebut akan dijadikan pelajaran bagi mereka.

Pasca Dijemput Densus, Begini Kondisi Rumah Terduga Teroris di Pringsewu
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Rumah PP, terduga teroris yang dijemput Densus 88, di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, terlihat sepi, Jumat, 22 Juni 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Rumah PP (42), terduga teroris, di Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, terlihat sepi, Jumat, 22 Juni 2018 pukul 14.00 WIB.

Pintu rumah tersebut tertutup rapat. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya.

PP dijemput petugas Densus 88, Polda Lampung, dan Polres Tanggamus, Kamis, 21 Juni 2018 pukul 16.30 WIB. Penjemputan tersebut diduga berkaitan dengan paham radikalisme.

Seorang perempuan paruh baya di sebelah rumahnya menginformasikan bahwa istri PP sedang keluar.

Di depan rumah itu terdapat kediaman kakak PP, yakni Kar. Saat itu, Kar tengah berbicang dengan tetangga yang juga kerabatnya, Saf.

Baca: Tangkap Terduga Teroris di Ponpes Jatiagung, Polisi Blokir Jalan

Keduanya mengaku tidak tahu persis kasus apa yang membuat PP ditangkap polisi. Namun, peristiwa tersebut akan dijadikan pelajaran bagi mereka.

Saf sendiri mengaku kaget ketika PP dijemput petugas. "Kita sebagai keluarga tidak tahu (penyebab PP dijemput petugas)," ujarnya.

Dia hanya dapat mendoakan PP. Dia juga berharap, kalaupun PP terlibat dalam aksi terorisme, perannya tidak sebesar eksekutor.

Menurutnya, PP setiap harinya bekerja sebagai tukang bangunan. Kesehariannya pun biasa-biasa saja.

Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin mengaku tidak tahu persis kapan penjemputan PP oleh Densus 88. Menurut dia, pihaknya hanya diminta memasang garis polisi di kediaman PP.

Baca: Gerebek Ponpes di Jatiagung, Polisi Tangkap Terduga Teroris

Garis polisi, kata dia, dipasang oleh anggotanya. Itu pun hanya saat penggeledahan. Satu jam kemudian garis polisi sudah dilepas.

Untuk informasi lebih lanjut, dia menyarankan media bertanya kepada petugas terkait, dalam hal ini Densus 88.

Kepala Pekon Waringinsari Barat Woto Siswoyo membenarkan soal penangkapan seorang warganya, diduga berkaitan dengan sejumlah orang yang tertangkap sebelumnya."Iya benar, tadi sore jam setengah lima," ujar Woto, Kamis malam. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved