Membanggakan, 3 Karya Kesenian Pringsewu Tampil di TMII

Tiga karya kesenian daerah Kabupaten Pringsewu tampil dalam pekan liburan sekolah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (30/6) malam.

Membanggakan, 3 Karya Kesenian Pringsewu Tampil di TMII
Ist

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Tiga karya kesenian daerah Kabupaten Pringsewu tampil dalam pekan liburan sekolah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (30/6) malam. Ketiga karya yang tampil dalam Pagelaran Seni Budaya yakni Musik Tradisional Lampung Secancanan.

Baca: Hasil Ujian SBMPTN 2018 Diumumkan Selasa 3 Juli 2018, Tak Perlu Repot Buka HP dan Ini Linknya

Serta, Musik Tradisional - Modern Cangget, dan Solo Song. Wakil Bupati Pringsewu Fauzi yang ikut mendampingi kelompok seni budaya Kabupaten Pringsewu menuturkan, pagelaran seni budaya sebagai promosi untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki Pringsewu.

"Kegiatan promosi guna memperkenalkan potensi- potensi yang dimiliki Pringsewu, termasuk dalam hal ini, potensi di bidang kepariwisataan, diantaranya berupa seni dan budaya lokal," ujarnya.

Baca: Prediksi Skor Brasil Vs Meksiko 16 Besar Piala Dunia 2018 - Rekor Tim Samba yang Belum Terkalahkan

Fauzi mengatakan, Pemkab Pringsewu memperoleh kesempatan untuk ikut berperan serta dalam agenda tahunan pengelola TMII berupa Pekan Liburan Sekolah. Oleh karena itu, Fauzi mengatakan, dengan adanya undangan dari pengelola TMII menjadi sebuah kesempatan emas dan peluang besar bagi Pemkab Pringsewu untuk tampil.

Yakni memperkenalkan keberadaan Kabupaten Pringsewu kepada masyarakat luas, tidak hanya masyarakat ibukota saja, melainkan seluruh masyarakat Indonesia dan bahkan mancanegara. Mengingat, TMII sebagai destinasi wisata yang telah dikenal di seluruh dunia.

Selain itu, TMII menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi para pelancong atau wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Fauzi mengatakan kegiatan ini juga sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pringsewu.

Juga bisa menjadi sarana silaturahim dan temu kangen bagi masyarakat Pringsewu yang ada di perantauan. Sekaligus sebagai ajang pengembangan bakat seni putra-putri daerah Pringsewu.

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikkan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pringsewu, Safril Soleh memaparkan Musik Tradisional Lampung Secancanan dalam bahasa Lampung-Pringsewu bermakna saling peduli saling ambil bagian atau saling berpegang-tangan. Secancanan merupakan bagian dari Nengah Nappur, salah satu prinsip hidup orang Lampung

Nengah ini berarti bekerja keras dan berketerampilan serta berdaya saing. Bagaimana cara bekerja keras dan berketerampilan serta berdaya saing ini, adalah melalui prinsip Jejama Secancanan, yang juga menjadi semboyan hidup masyarakat Pringsewu, sebagaimana tercantum pada lambang daerah KabupatenPringsewu dengan tema adalahmelestarikan budaya Lampung.

Musik Tradisional dan Modern Cangget adalah sebuah upacara adat bagi muda-mudi Lampung yang dahulu kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari saat bulan purnama atau bulan bagha. Garapan musik ini menggambarkan suasana keceriaan sebagai ungkapan rasa syukur kepadaAllah SWT. Tabuh Cangget yang dimainkan dengan Gamolan.

Pekhing (Cetik) dikolaborasikan dengan musik modern, akan memberikan warna baru tanpa meninggalkan unsur ketradisionalannya. Terakhir, dikatakan Safril Soleh, ditampilkan karya seni solo Song dinyanyikan oleh salah satu mekhanai Pringsewu Kukuh Bangun Setiawan dan Muli Pringsewu Dian Okta.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help