Harga Seragam Sekolah dan Alat Tulis di Lampura Naik Hingga 20 Persen

Meski harga naik hingga 10 sampai 20 persen dari harga biasanya, mau tidak mau mereka harus membelinya.

Harga Seragam Sekolah dan Alat Tulis di Lampura Naik Hingga 20 Persen
Tribunlampung/Anung

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Menghadapi tahun ajaran baru dan Menjelang buka Sekolah, pedagang dadakan seragam dan alat tulis mulai bermunculan di berbagai sudut jalan, pasar Dekon Kotabumi Lampung Utara.

Para orang tuamurid terlihat menyerbu pedagang guna memenuhi kebutuhan Sekolah anak mereka. Meski harga naik hingga 10 sampai 20 persen dari harga biasanya, mau tidak mau mereka harus membelinya.

Baca: Panwaslu Catat 3 Dugaan Pelanggaran Money Politic Pilgub di Lamteng

Seragam sekolah merah-putih misalnya, harga sebelumnya biasa dijual Rp 100 ribu, kini menjadi Rp 120 ribu rupiah per setelnya. Hal serupa juga terjadi adanya kenaikan seragam putih-biru, Harga biasanya Rp155 ribu per stel, kini naik menjadi Rp 170 ribu.

Harga tersebut untuk lengan pendek, sementara ukuran lengan panjang yang biasanya hanya Rp 145 ribu, kini naik menjadi Rp 175 ribu.

Baca: Walhi Desak Dinas Bertanggungjawab Angkut Sampah di Areal PKOR

Dari pengakuan para pedagang, tahun ajaran ini seragam yang diserbu pembeli jenis seragam merah-putih untuk murid sekolah dasar. Sementara untuk jenis alat tulis seperti buku, pensil dan pena, semua diminati, seperi buku dibandrol dengan kisaran harga Rp 35 ribu – Rp 40 ribu per lusin.‎

Baca: Badannya Jadi Lebih Gendut, Bella Shofie Tak Lagi Kenakan High Heels. Sedang Hamil?

"Masyarakat mulai banyak yang cari kebutuhan sekolah untuk anak-anak," jelas Nurbaiti, pedagang di pasar Dekon, Selasa (3/7).

Senada diterangkan Kholifah, harga kebutuhan untuk anak sekolah mengalami kenaikan. Harga naik berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu. Seragam sekolah, untuk SD harganya Rp 120 ribu per setel. Seragam untuk SMP di jual Rp 170 ribu. "Saya cuma jual seragam SD dan SMP," katanya.

Sementara, Siti salah satu pembeli mengatakan meski harganya mahal, ‎tetap saja harus dibeli. Untuk saat ini, dirinya membeli satu seragam untuk SD, satu seragam SMP. "Saya tidak setiap tahun beli seragam," katanya

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved