Masih Nekat Jualan di Pinggir Jalan? Ini Petakan yang Akan Diterima PKL

Satpol-PP Kabupaten Lampung Utara(Lampura) melakukan penertiban kepada para Pedagang Kaki Lima(PKL) yang berjualan dipinggir jalan.

Masih Nekat Jualan di Pinggir Jalan? Ini Petakan yang Akan Diterima PKL
Tribunlampung/Anung
Penertiban PKL 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Untuk menjaga keindahan dan ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol-PP) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) melakukan penertiban kepada para Pedagang Kaki Lima(PKL) yang berjualan dipinggir jalan dan di atas trotoar.

Kabid Penegak Perda Satpol-PP Lampura Nizar Agung mewakili Sekretaris Doni F.Fahmi mengatakan, Razia PKL ini dilakukan untuk menertibkan para pedagang yang masih saja nekat berjualan di pinggir jalan dan di atas trotoar.

Baca: Hasil Akhir Perseru Serui vs Persija Jakarta Liga 1 Indonesia, Skor 3-1

Razia PKL yang dilakukan hari ini masih sebatas teguran. Namun jika sampai tiga kali ditegur dan diberikan surat masih saja melanggar tentu pihaknya akan mengambil tindakan tegas."Kita tegur secara baik-baik dan kita berikan surat masih saja tidak mengindahkan apa boleh buat. Akan kita angkut dagangannya," ujarnya.

Dikatakan Nizar, Razia PKL ini akan dilakukan secara rutin. Tidak hanya satu atau dua kali saja, tetapi berkali-kali.

Baca: Ini Kronologis Insiden Pembacokan di Langkapura dengan Korban Anak Kos

Untuk sementara ini Masih Nizar, penertiban dilakukan di wilayah perkotaan. Mulai dari di Jalan Jendral Sudirman hingga Jalan Soekarno Hatta.

Baik pedagang Durian, pedagang Es atau pedagang lainnya yang memakan badan jalan dan berjualan diatas trotoar diberikan teguran.

"Jika nantinya dagangan PKL diangkut ke kantor Satpol-PP para pedagang akan diberikan surat perjanjian. Jika mereka sanggup menandatangani surat yang kita buat baru dagangan mereka akan kita kembalikan lagi,"jelasnya.

Sebagai Kabid Penegak Perda(Peraturan Daerah) lanjut Nizwar, dirinya menghimbau agar para PKL dapat mematuhi aturan yang sudah ada. Jika bukan Masyarakat Lampura siapa lagi yang akan membuat Kotabumi ini menjadi bersih, rapih dan indah.

"Berdagang diatas trotoar dan memakan badan jalan itu melanggar Perda. Jika tidak ditaati maka PKL akan dikenakan denda sebesar Rp 25 Juta atau hukuman penjara selama 3 bulan,"pungkasnya.

Menurut pantauan, para pedagang masih sebatas mendengarkan imbauan. Mereka belum memindahkan dagangan mereka di tempat yang tidak merusak keindahan. Para pedagang buah, bisa menjual dagangannya di samping Ramayana Kotabumi, bersama dengan pedagang buah lainnya. (ang)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved