Pelaku BBM Oplosan Bisa Produksi 25 Jeriken Setiap Hari

Pelaku pengoplosan bahan bakar minyak di Kecamatan Pubian, Wahyono (28) mengaku mampu memproduksi 25 jeriken bahan bakar oplosan.

Pelaku BBM Oplosan Bisa Produksi 25 Jeriken Setiap Hari

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMTENG - Pelaku pengoplosan bahan bakar minyak di Kecamatan Pubian, Wahyono (28) mengaku mampu memproduksi 25 jeriken bahan bakar oplosan. Perbuatan ilegalnya itu telah ia jalankan selama satu tahun.

Dengan rata-rata si pengoplos BBM ilegal membeli minyak mentah Rp 215 ribu setiap driken untuk jenis minyak mentah. Sementara premium ia beli Rp 280 ribu per driken. Campuran bahan bakar ilegal yang kemudian dijadikan jenis peratlite dan pertamax itu, ia dapat dari pemasok yang sudah ia kenal.

Baca: Sosok dari Lampung Bantah Ikan Arapaima Gigas Itu Mengerikan, Dia Membuktikannya selama 10 Tahun

Baca: Amankan Pleno KPU, Segini Personel Gabungan yang Dikerahkan Polres Lampung Utara 

"Kalau ngambilnya di Wates (Kecamatan Bumi Ratunuban). Setiap bahan bakar yang saya ambil itu untuk produksi (pengoplosan) saya setiap hari. Rata-rata 25 driken," kata Wahyono saat dihadirkan di ekspose perkara Satreskrim Polres Lamteng, Rabu (4/7).

Untuk pengoplosan lanjut warga Dusun IV Kampung Tanjung Rejo itu, bahan bakar campuran takarannya 60:40. Selain itu, ditambah lagi bahan-bahan lain seperti pewarna untuk jenis partalite dan pertamax, serta kapur barus.

"Keuntungan gak besar. Setiap driken hanya Rp 30 ribu, pemasarannya juga kepada pedagang eceran di sekitar kampung saja," kata pelaku yang mengaku keahliannya mencampur BBM ilegal itu ia dapat dari rekannya-rekannya.

Bahkan, untuk BBM yang ia jual para pembelinya ada yang mengetahui itu oplosan."Ada yang tahu, ada juga yang tidak. Tapi saya juga pakai kok mas buat mobil saya, dan tidak pernah ngadat," bebernya.

Kepala Polres Lamteng, AKBP Slamet Wahyudi menjalaskan, penggerebekan yang pihaknya lakukan pada Selasa (3/7) lalu, beradasarkan informasi masyarakat. Menurutnya, perbuatan tersebut sangat merugikan konsumen dan melanggaran undang-undang migas.

"Informasi warga bahwa sering ada aktivitas bongkar muat minyak di bagian belakang rumah pelaku yang dijadikan gudang. Setelah kita lakukan penggerebekan ternyata benar ada barang bukti minyak oplosan dan bahan-bahan pengoplosanya," imbuhnya.(sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help