Agar Mirip Pertalite dan Pertamax Diberi Pewarna, Pengoplos BBM Sudah 1 tahun Beroperasi

Waspada! Pertalite dan Pertamax oplosan diduga sudah beredar di wilayah Lampung.

Agar Mirip Pertalite dan Pertamax Diberi Pewarna, Pengoplos BBM Sudah 1 tahun Beroperasi
Polres Lampung Tengah mengekspose penangkapan pelaku pengoplos BBM di Polres Lamteng 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNGSUGIH - Waspada! Pertalite dan Pertamax oplosan diduga sudah beredar di wilayah Lampung.

Pasalnya, para pelaku Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan sudah satu tahun beroperasi.

Kedoknya baru berhasil diungkap Aparat Polres Lampung Tengah.

Baca: Usai Sholat Subuh Berjamaah, Marijan Seperti Kehabisan Darah, Astagfirullah

Polisi menemukan sebuah rumah yang dijadikan tempat pengoplosan di Dusun IV, Kampung Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian.

Dari tempat tersebut, polisi menangkap satu tersangka bernama Wahyono (28).

Wahyono mengoplos minyak mentah dengan premium dan pewarna.

Hasil oplosan itu lalu ia jual sebagai Pertalite dan Pertamax.

Kurang lebih sudah satu tahun, Wahyono menjalani bisnis terlarang ini.

Ia mengaku mampu memproduksi 25 jeriken bahan bakar oplosan.

Dengan rata-rata si pengoplos BBM ilegal membeli minyak mentah Rp 215 ribu setiap jeriken untuk jenis minyak mentah. Sementara premium ia beli Rp 280 ribu per jeriken.

Campuran bahan bakar ilegal yang kemudian dijadikan jenis peratlite dan pertamax itu, ia dapat dari pemasok yang sudah ia kenal.

Halaman
123
Editor: Safruddin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help