Grafis Tribun Lampung

Grafis: Aturan BPOM soal Kontroversi Susu Kental Manis

Ada empat hal utama yang harus diperhatikan oleh produsen, importir, dan distributor dari produk kental manis.

Grafis: Aturan BPOM soal Kontroversi Susu Kental Manis
Tribun Lampung/Dodi Kurniawan
Grafis Susu Kental Manis 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Para ibu rumah tangga menyesalkan informasi yang dirilis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal susu kental manis yang tak mengandung susu dan lebih banyak mengandung gula baru muncul belakangan. Tak pelak, hal itu menjadi kontroversi.

Sebab, masyarakat sudah sejak lama mengonsumsi SKM. Selama ini, SKM juga dianggap sebagai produk bernutrisi.

Tapi, menurut Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Doddy Izwardi, produk SKM bukan merupakan produk susu yang bisa dikonsumsi untuk menambah asupan gizi.

"Kental manis ini tidak diperuntukan untuk balita. Namun, perkembangan di masyarakat dianggap sebagai susu untuk pertumbuhan. Kadar gulanya sangat tinggi, sehingga tidak diperuntukkan untuk itu," kata Izwardi Rabu (4/7/2018).

BPOM RI telah mengeluarkan surat edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 yang memperketat aturan tentang label dan iklan susu kental manis.

Ada empat hal utama yang harus diperhatikan oleh produsen, importir, dan distributor dari produk kental manis.

Berikut infografis aturan yang berlaku bagi produk susu kental manis.

Grafis Susu Kental Manis
Grafis Susu Kental Manis (Tribun Lampung/Dodi Kurniawan)
Grafis Susu Kental Manis
Grafis Susu Kental Manis (Tribun Lampung/Dodi Kurniawan)
Grafis Susu Kental Manis
Grafis Susu Kental Manis (Tribun Lampung/Dodi Kurniawan)
Grafis Susu Kental Manis
Grafis Susu Kental Manis (Tribun Lampung/Dodi Kurniawan)
Penulis: dodi kurniawan
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help