Dugaan Money Politics, Andi Surya Minta KPU dan Bawaslu Konsisten

"Saya menyarankan kepada KPU dan Bawaslu agar konsisten dalam melakukan tugas dan fungsinya"

Dugaan Money Politics, Andi Surya Minta KPU dan Bawaslu Konsisten
YouTube
Andi Surya. 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Maraknya protes atas dugaan politik uang di Pilgub Lampung 2018, dinilai menghabiskan energi provinsi ini untuk mempersiapkan diri menyambut pileg dan pilpres 2019 dan membangun masa depan Lampung.

Anggota DPD RI dapil Lampung, Andi Surya menyatakan bahwa kondisi polemik ekses bagi-bagi duit pilkada ini seakan mencoreng adat istiadat orang Lampung yang cinta damai dan hidup dalam toleransi yang tinggi.

Baca: GRAFIS: Brasil vs Belgia, Laga Hidup Mati

"Saya menyarankan kepada KPU dan Bawaslu agar konsisten dalam melakukan tugas dan fungsinya. Agar teguh dan kuat memegang amanah tugas lembaga. Karena dengan keteguhan itu maka segenap langkah dan keputusan yang diambil berkait kasus money politic akan taat pada aturan, juklak dan juknis pada masing-masing lembaga," katanya.

Menurut dia, jika tidak terbukti Bawaslu jangan ragu untuk menetapkan pemenang Pilgub.

Baca: Hati-hati, 7 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Baterai Smartphone Cepat Rusak

"Tunjukkan kepada rakyat Lampung kebenaran yang sebenar-benarnyanya. Jika politik bagi-bagi duit tidak terbukti dilakukan oleh pemenang pilkada dengan prosedur pembuktian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan maka jangan takut dan ragu menetapkan pemenang pilkada dan segera memprosesnya sebagai pemimpin daerah ini," jelas Andi.

Sebaliknya kata Andi, jika memang terbukti politik uang secara TSM Bawaslu juga jangan ragu menetapkan sanksi.

"Namun jika laporan dugaan politik uang itu, terbukti terjadi terstruktur, sistematis dan masif maka Bawaslu juga tidak perlu ragu-ragu untuk menetapkan sanksi, pilgub ulang atau diskualifikasi. Tunjukkan bahwa KPU dan Bawaslu benar-benar independen dalam kasus ini, rujukannya adalah peraturan KPU dan Bawaslu," paparnya. (ben)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved