TGB Zainul Majdi Dihujat Gara-gara Dukung Jokowi: Insya Allah Kita Tetap Bisa Makan 3 Kali Sehari

Meresposn pertanyaan dan hujatan yang dialamatkan kepadanya, TGB juga buka suara melalui media sosial.

TGB Zainul Majdi Dihujat Gara-gara Dukung Jokowi: Insya Allah Kita Tetap Bisa Makan 3 Kali Sehari
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi (kanan) berziarah di makam Pahlawan Nasional Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Ponpes NW Pancor, Lombok Timur, NTB, Kamis (23/11). Selain berziarah, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan membuka Munas Alim Ulama NU dan Konbes PBNU di Islamic Center NTB yang dihadiri oleh 1000 ulama se-Indonesia. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/pras/17.(AHMAD SUBAIDI) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majid, yang lebih populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang  atau TGB, memberi jawaban menohok menanggapi pencoretan dirinya dari calon presiden oleh Alumni 212, lantaran menyatakan mendukung Jokowi menjadi presiden dua periode.

"Itu haknya beliau," ujarnya tenang.

Ia lalu menambahkan, "Apa risikonya kalau dicoret? Kita bisa tetap ngaji di sini, bisa tetap silaturahmi, Insya Allah kita bisa makan tiga kali sehari," kata TGB atau Tuan Guru Bajang di sela-sela mengisi kajian Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre, Mataram, Jumat 6 Juli 2018.

Baca: Jawaban Mengejutkan Ustaz Abdul Somad Saat Ditanya soal Tuan Guru Bajang Dukung Jokowi

Baca: Ucapan Kontroversial Mamah Dedeh, Berujung Permohonan Maaf Secara Langsung di Televisi Nasional

Baca: Anaknya Minta Gendong Saat Salat, Begini Reaksi Ustaz Solmed

TGB memberikan klarifikasi soal pernyataannya mendukung Jokowi menjabat presiden dua periode.

"Keputusan ini saya ambil setelah 4 tahun. Saya melihat dan menilai pasca pemilukada serentak, di beberapa daerah itu pembelahan antar umat luar biasa," ujarnya.

TGB mengungkapkan, ada satu pihak mengklaim dialah aspirasi umat, dan pihak yang lain bukan aspirasi umat. Tak hanya itu, narasi dan wacana yang mengemuka berpotensi merusak persaudaraan.

"Wacana dan orasi yang dikembangkan semakin mengkhawatirkan. Ada yang mengutip ayat-ayat perang, seakan-akan pada tahun 2019 itu kita akan mengalami Perang Kurusetra, antara Pandawa dan Kurawa," paparnya.

Sebagai anak bangsa, TGB mengatakan dirinya harus bersikap. "Pilihan saya sebagai anak bangsa, mau diam atau bersuara. Saya ambil pilihan bersuara," ujarnya, seraya menegaskan, sikap yang ia ambil tidak ada kaitanhnya dengan urusan jabatan.

"Ini adalah sikap dari TGB," katanya.

Keputusan tersebut mengagetkan bagi sebagian orang. 

Tak sedikit yang kemudian mempertanyakan alasan TGB mendukung Jokowi.

Halaman
1234
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved