Bupati Nonaktif Lampung Tengah Mustafa Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Perkara Dugaan Suap, Bupati Nonaktif Lampung Tengah Mustafa Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Bupati Nonaktif Lampung Tengah Mustafa Dituntut 4,5 Tahun Penjara
(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Bupati nonaktif Lampung Tengah, Mustafa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/7/2018). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA  - Kasus yang membelit Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa memasuki babak baru.

Mustafa dituntut 4,5 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Mustafa juga dituntut membayar denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar jaksa KPK M Asri Irwan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Dalam pertimbangan, jaksa menilai perbuatan Mustafa tidak mendukung pemerintah dan masyarakat yang sedang giat memberantas korupsi.

Perbuatan Mustafa juga menciderai tatanan birokrasi pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Selain itu, Mustafa selaku bupati tidak memberikan contoh yang baik pada bawahan dan masyarakat.

Menurut jaksa, Mustafa terbukti menyuap beberapa anggota DPRD Lampung Tengah sejumlah Rp 9,6 miliar.

Penyuapan itu dilakuan bersama-sama Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah, Taufik Rahman.

Sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah periode 2014-2019 yang disebut menerima suap yakni, Natalis Sinaga, Rusliyanto, Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri.

Halaman
12
Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help