Hukum Naik Haji Pakai Uang Kredit di Bank

Seperti orang yang bisa berhaji dengan cara berutang, secara syar'i orang tersebut belum wajib haji.

Hukum Naik Haji Pakai Uang Kredit di Bank
VOA/AP
Ilustrasi ibadah haji 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Achmad Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepada Yth MUI Lampung. Bagaimana hukumnya orang yang naik haji dengan biaya kredit dari bank? Terima kasih atas penjelasannya.

Pengirim: +628117226xxx

Diperbolehkan dan Sah

KAMI jelaskan, dalam Alquran surat Al-Imron ayat 97 dijelaskan bahwa "Allah mewajibkan untuk berhaji bagi setiap orang yang mukalaf dan mampu".

Yang dimaksud mampu di sini adalah orang yang mampu menunaikan ibadah haji, baik mampu secara fisiknya atau punya biaya untuk perjalanan menunaikan ibadah haji.

Hal ini, seperti yang disampaikan Imam Syafii, yang dikutip oleh Imam Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi. Sedangkan orang yang tidak mampu, baik fisik atau biaya, untuk berhaji, maka orang tersebut belum memiliki kewajiban untuk menunaikan haji.

Tetapi, jika orang yang belum mampu tersebut melaksanakan haji, maka hajinya sah.

Seperti orang yang bisa berhaji dengan cara berutang, secara syar'i orang tersebut belum wajib haji. Tetapi, ketika ia haji dengan cara berutang, maka hajinya sah.

Dari keterangan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa orang yang berhaji dengan cara berutang atau kredit di bank diperbolehkan dan hajinya sah.

KH MUNAWIR

Ketua Komisi Fatwa MUI Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved