BREAKING NEWS LAMPUNG

Tangani Dugaan Politik Uang di Pilgub Lampung, Ketua Bawaslu Diintimidasi

Meski tidak secara langsung, Khoir mengatakan, intimidasi dilakukan melalui akun media sosial facebook miliknya.

Tangani Dugaan Politik Uang di Pilgub Lampung, Ketua Bawaslu Diintimidasi
Screenshot Facebook/Fatikhatul Khoiriah
Status Facebook milik Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah 

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Keputusan ada tidaknya praktik politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam Pilgub Lampung 2018 ada di tangan Bawaslu.

Sejauh ini, Bawaslu masih melakukan proses peradilan melalui persidangan yang berlangsung di kantor Sentra Gakkumdu Lampung.

Selama tiga hari terakhir ini pula, proses persidangan diwarnai aksi unjuk rasa. Bahkan, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriah juga mengaku ada intimidasi kepadanya.

Meski tidak secara langsung, Khoir mengatakan, intimidasi dilakukan melalui akun media sosial facebook miliknya.

Baca: Bermodal Foto Bugil, Pria Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umur Berulang Kali

Sepanjang pagi ini, Rabu, 11 Juli 2018, sejak menjelang sidang gugatan, Khoir beberapa kali mengungkapkan isi hatinya melalui status facebook.

“Tak perlu melakukan intimidasi kepada saya dg menyerang secara personal, mengait2kan keluarga, pesantren, organisasi dllnya dengan urusan kebijakan lembaga. Pengambilan keputusan Bawaslu dilakukan secara kolektif kolegial, searogan apapun saya tak bisa memutuskan 1 perkara sendiri tanpa Pleno Ketua dan anggota,” tulis Khoir dalam statusnya, Rabu pagi.

”Silahkan awasi dn pantau semua proses pemeriksaan sidang yang dilakukan secara terbuka dengan pikiran jernih sehingga pada saatnya bisa menilai. #tetapfokus #janganterprovokasi,” lanjutnya.

Sebanyak 311 netizen langsung merespons status ini. Ada yang memberikan semangat kepada Khoir dan dua pimpinan Bawaslu Lampung lainnya.

Baca: KPU Tunda Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih

Seakan memberikan motivasi sendiri, Khoir kembali mengunggah status.

“Tidak ada pelaut ulung yg dilahirkan dari samudera yg tenang, tapi ia akan dilahirkan dari samudera yg penuh terpaan badai, gelombang dan topan. Semoga dipermudah dalam menyelesaikan semua urusannya. Dan semoga bisa mengambil keputusan yang baik dan terbaik. #Salamawas,” tulisnya lagi.

Ditanya mengenai status-status ‘galau’-nya ini, Khoir enggan berkomentar panjang. Ia juga tidak ingin membeberkan secara terbuka siapa saja yang melakukan intimidasi.

“Risiko pejabat publik,” ucap dia mengirimkan emoticon tersenyum melalui pesan WhatsApp. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved