Bak Tersambar Petir, Ibu Ini Kaget Dapati Putranya Mengapung di Kolam Pembuangan Limbah

Halilintar bagaikan menyambar ketika Listiana (31) mendapati putranya Sultan Sabila Yumna (2) sudah mengapung di kolam pembuangan limbah.

Bak Tersambar Petir, Ibu Ini Kaget Dapati Putranya Mengapung di Kolam Pembuangan Limbah
Tribunlampung/Endra
Ilustrasi - mayat mengapung 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Halilintar bagaikan menyambar ketika Listiana (31) mendapati putranya Sultan Sabila Yumna (2) sudah mengapung di kolam pembuangan limbah rumah tangga milik tetangganya, Mistisna.

Warga Pekon Sukamulya RT/RW 07/02 Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu tersebut tewas tenggelam.

"Ibu korban langsung masuk kedalam kolam dan mengangkat korban di dalam air," ujar Kepala Polsek Sukoharjo AKP Wahidin, Kamis (12/7).

Baca: Blood Moon 27 Juli 2018 - Ini Akan Terjadi Pada Diri Kita Saat Gerhana Menurut Pakar Astrologi

Ketika itu ibu korban, lanjut Wahidin, dibantu tetangganya dan langsung membawa korban ke Puskesmas Banyumas yang berada tidak jauh dari rumah orang tua korban.

Ironisnya, kata Wahidin, dokter di Puskesmas Banyumas menyatakan bila Sultan sudah tidak tertolong. Wahidin menceritakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/7) pukul 14.30 WIB.

Baca: Sholat Gerhana Bulan - Begini Tuntunan Sholat Gerhana Berjamaah dan Sendirian

Menurut Wahidin, kurang lebih 30 menit sebelumnya, pukul 14.00 WIB korban dan anak-anak yang lain sedang bermain di belakang rumah orang tuanya. Tempat bermain berdekatan dengan kolam pembuangan limbah rumah tangga milik Mistisna.

Padahal saat itu ibunya (Listiana) sedang berada tidak jauh dari korban. Sambil mengawasi anaknya bermain, Listiana membantu membuat kue untuk sukuran di rumah Mistiana. Sekira pukul 14.30 WIB Listiana ingin menghampiri putranya.

"Tetapi korban sudah tidak ada lagi di tempat bermainnya. Ibunya (Listiana) mencari di sekeliling dan menemukan korban sudah terapung di kolam," tukas Wahidin.

Lantaran sudah dinyatakan meninggal, jasad korban disemayamkan ke rumah duka yang kemudian dimakamkan ke tempat pemakaman umum setempat. Wahidin menuturkan, pihak keluarga menerima dan menganggap kejadian tersebut sebagai musibah.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help