Digadang Jadi Cawapres Jokowi, TGB Hubungi Ketum Demokrat, Tak Diduga Begini Respons SBY

Namanya digadang-gadang bakal menjadi cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019, TGB mengaku dirinya merasa terhormat.

Digadang Jadi Cawapres Jokowi, TGB Hubungi Ketum Demokrat, Tak Diduga Begini Respons SBY
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi (kanan) berziarah di makam Pahlawan Nasional Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Ponpes NW Pancor, Lombok Timur, NTB, Kamis (23/11). Selain berziarah, Presiden Joko Widodo juga dijadwalkan akan membuka Munas Alim Ulama NU dan Konbes PBNU di Islamic Center NTB yang dihadiri oleh 1000 ulama se-Indonesia. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/pras/17.(AHMAD SUBAIDI) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA  - Namanya digadang-gadang bakal menjadi cawapres Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku dirinya merasa terhormat.

TGB menyampaikan, siapapun sosok yang nantinya memimpin negeri ini, haruslah merasa tersanjung dan terhormat. "Saya pikir, suatu kehormatan yang luar biasa bagi siapapun," ujar TGB di kantor ICMI, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Baca: Bupati Nonaktif Lampung Tengah Mustafa Dituntut 4,5 Tahun Penjara

Baca: Gadis Ini Mendadak Pusing Usai Menenggak Minuman Ringan Pemberian Kakek, Ini yang Terjadi Kemudian

"Dalam posisi apapun yang bisa bekerja untuk republik yang kita cintai ini, seperti saya misalnya masih sebagai gubernur, ya tentu itu suatu kehormatan," katanya lagi.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan siap mundur dari Partai Demokrat (PD).Ditegaskan, sikapnya untuk mendukung Jokowi tidak melaranggar aturan dalam menyuarakan aspirasi.

"Saya tetap pada posisi saya, keputusan saya untuk mendukung Bapak Jokowi. Kalo ada resiko atas pilihan itu ya saya akan hadapi. Apalagi aspirasi itu saya awali dengan aspirasi saya pribadi," ujar TGB.

Dikatakan, ia sudah beberapa kali mencoba menghubungi Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun karena sibuk, keduanya urung bertemu.

"Karena beliau banyak kesibukan yang lain, sehingga sampai sekarang belum diberi waktu atau belum ada kesempatan," ujar TGB.

Sebelumnya Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean mengatakan, nasib TGB di partai PD akan ditentukan usai masa pencalegan.

"Kemungkinan dibahas pasca pencalegan. Jadi nanti di kita itu ada dua sanksi mulai dari teguran hingga pemberhentian. Kita lihat," ujar Ferninad.

Ferdinand juga belum bisa memastikan sanksi apa yang bakalan diterima TGB. Sebab hal tersebut dipustukan oleh majelis tinggi partai PD. "Saya juga tidak bisa memastikan," ujar Ferdinand.(tribun network/yat/yan/fik)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help