Radius 1-2 Km Warga dan Nelayan Dilarang Mendekati Anak Gunung Krakatau

Aktivitas Anak gunung Krakatau (GAK) terus berfluktuasi dalam dua pekan terakhir. Pada pekan ini GAK kembali menunjukan peningkatan aktivitas

Radius 1-2 Km Warga dan Nelayan Dilarang Mendekati Anak Gunung Krakatau
DOKUMENTASI Aktivitas GAK pada September 2012 silam 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA  - Aktivitas Anak gunung Krakatau (GAK) terus berfluktuasi dalam dua pekan terakhir. Pada pekan ini GAK kembali menunjukan peningkatan aktivitas.

Bahkan dalam dua hari terakhir, aktivitas GAK menunjukkan adanya letusan. Dan getaran letusan ini sampai terasa pada pos PGA GAK.

Baca: Sudah Juga bagi Prabowo, Tak Ada Makan Siang yang Gratis

Baca: Dalam Tempo 3 Jam Polres Lamsel Gagalkan Pasokan 58 Kg Sabu

Kepala Pos Pantau GAK di Desa Hargopancuran  Rajabasa Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan, dari data Vocanic Activity Report (VAR), dari pengamatan yang dilakukan pada Kamis (12/7) kemarin hingga pukul 24.00 wib, tercatat terjadi gempa tremor yang terus menerus (microtremor) yang terekam dengan amplitudo 25-50 mm, namun lebih dominan 40 mm.

Dari pantauan CCTV, lanjutnya, pada malam hari terpantau adanya sinar api dan guguran lava pijar dari kawah gunung yang berada di perairan selat Sunda sekitar 40 kilometer dari pesisir Kecamatan Rajabasa itu.

“Untuk pengamatan visual ke arah gunung terhalang kabut. Sehingga tidak bisa teramati kalau siang hari. Tetap kalau malam hari sekali-sekali bisa teramati,” terangnya kepada tribun, jumat (13/7).

Hingga saat ini  status GAK masih pada level II Waspada. Nelayan dan juga warga yang hendak ke kawasan GAK dilarang mendekati dalam radius jarak 1-2 kilometer dari gunung.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help