Cegah Radikalisme, Republik Ngapak Gandeng Komunitas di Lampung

Cegah Penyebaran Paham Radikalisme, Republik Ngapak Gandeng Komunitas di Lampung

Cegah Radikalisme, Republik Ngapak Gandeng Komunitas di Lampung
Istimewa
Ken Setiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Komunitas Republik Ngapak menggandeng sejumlah komunitas sosial dan kepemudaan dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme di Lampung.

Pendiri Paguyuban Republik Ngapak, Ken Setiawan mengatakan, pihaknya punya kepedulian terhadap pencegahan paham radikalisme karena bisa mengancam keutuhan bangsa.

Baca: Inilah 8 Spesifikasi yang Harus Diketahui Sebelum Membeli Oppo Find X yang Mulai Pre-order Besok!

"Sebagai anak bangsa, tentu kami tidak ingin Indonesia terkoyak-koyak oleh radikalisme dan intoleransi," ujarnya, Selasa, 17 Juli 2018.

Untuk itu, Republik Ngapak melakukan kegiatan positif di berbagai daerah untuk menangkal paham radikalisme.

Menurut Ken Setiawan, kegiatan tersebut berupa seminar kebangsaan yang digelar di sekolah, kampus, pesantren.

Ke depan Republik Ngapak akan mengadakan nonton bersama Film Mata Tertutup di tiap kelurahan bersama aparat desa dan warga masyarakat.

Baca: Istri Anggota DPRD Ngadu ke Hotman Paris karena Alami KDRT, Suaminya Ancam Lakukan Ini

Baca: Tak Perlu Khawatir, Harga Ikan Asin Masih Stabil

Baca: Live Streaming Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta Vs Bali United Pukul 18.30 WIB

Mata Tertutup adalah sebuah film kisah nyata karya Garin Nugroho tentang seorang pemuda dan pemudi yang lugu dan pintar lalu direkrut kelompok radikal dan akhirnya menjadi pelaku bom bunuh diri.

Dalam mengadakan kegiatan ini, Republik Ngapak akan menggandeng komunitas sosial atau kepemudaan di daerah-daerah dan juga aparat pemerintah setempat.

"Kita hari ini sudah terjebak pada pola adu domba antarsuku dan agama, ribut sendiri antarsaudara. Sudah saatnya kita sadar dan bangkit, jangan mau diadu domba, kita ini manusia bukan domba yang mau diadu," tegas Ken, yang pernah tergabung di NII.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help