Pelapor Ajukan Keberatan, Kuasa Hukum Arinal-Nunik Tunggu di Bawaslu RI

hasil putusan majelis sesuai fakta persidangan. Semua pertimbangan majelis, terus Andi, mengacu pada fakta.

Pelapor Ajukan Keberatan, Kuasa Hukum Arinal-Nunik Tunggu di Bawaslu RI
Tribunlampung/Beni
sidang politik uang 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kuasa hukum paslon nomor urut tiga sebagai terlapor, Andi Syafrani mengatakan, hasil putusan majelis sesuai fakta persidangan. Semua pertimbangan majelis, terus Andi, mengacu pada fakta. 

Baca: Berkiblat ke ISIS, Tujuh Terduga Teroris Jaringan Abu Husnah Solo Dibekuk di Banyuasin

Baca: Ucapan Manis ke Ayah Cara Bayar Utang Marion Jola ke Deddy Corbuzier

“Kemudian, harusnya tidak ada lagi alasan yuridis menolak hasil pilkada ini. Karena semua sudah dilakukan. Bahwa memang masih ada satu langkah lagi ke Bawaslu RI, itu hak pelapor. Tetapi kami mengingatkan lagi secara yuridis tidak ada lagi yang bisa diterima. Sebaiknya kita bisa secara legowo menerima semua proses ini, menerima juga hasil yang ditetapkan oleh KPU terkait hasil pilkada,” ucap Andi.

Terkait keberatan yang akan disampaikan kuasa hukum paslon satu dan dua ke Bawaslu RI, Andi mengungkapkan, atas hal itu pihaknya juga akan mengajukan kontra memori dari keberatan yang disampaikan. “Sifatnya kami menunggu,” ucap Andi.

Kuasa hukum paslon nomor urut tiga lainnya, Melisa Anggraini menambahkan, fakta persidangan yang disampaikan harus bersesuaian dengan saksi dan bukti yang dihadirkan.

“Sepanjang persidangan ini, dari saksi yang mereka (pelapor) hadirkan, dan bukti kemudian dalil yang mereka masukkan pada saat pelaporan, itu sama sekali tidak ada relevansinya. Bahkan ada sekian puluh saksi yang mereka hadirnya tanpa didalilkan dalam surat laporan mereka. Sehingga fakta persidangan yang disampaikan oleh majelis dalam putusan menyebutkan tidak terbukti sama sekali. Karena memang tidak ada relevansinya,” tandas Melisa.

Penulis: Noval Andriansyah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help