Pengguna Jalan Wajib Hati-hati, Banyak Lubang di Jalinbar

Lubangnya dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter, dengan bentuk kotak persegi ini berada dekat dengan badan jalan.

Pengguna Jalan Wajib Hati-hati, Banyak Lubang di Jalinbar
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Kanit Dikyasa Lalu Lintas Polres Tanggamus Bripka Yuliansyah Idrus menunjukkan pembuatan lubang di bahu Jalinbar Pringsewu, Rabu, 25 Juli 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus mengimbau kepada pengguna jalan nasional di ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kabupaten Pringsewu agar berhati-hati. Sebab pada bahu jalan tersebut terdapat sejumlah lubang.

Lubangnya dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter, dengan bentuk kotak persegi ini berada dekat dengan badan jalan. Kanit Dikyasa Lalu Lintas Polres Tanggamus Bripka Yuliansyah Idrus mengatakan, bahwa lubang-lubang itu merupakan bagian dari pengerjaan proyek lampu jalan.

Baca: Ganja 20 Kg Ditemukan di Bawah Flyover, Diduga dari Aceh atau Medan

Oleh karena keberadaan lubang-lubang itu, Yuliansyah mengimbau kepada pengendara supaya hati-hati saat menepi di ruas jalan tersebut. Ini agar kendaraan tidak terperosok ke lubang galian itu.

Baca: Hari Ketiga Pemadaman Listrik: Omzet Turun, Alat Rusak Akibat Biarpet

"Pengguna jalan harus hati-hati karena ada proses pengerjaan pemasangan lampu penerangan jalan," ujar Bripka Yuliansyah, Rabu (25/7).

Dia menuturkan bahwa pembangunan lampu jalan itu dari Kementerian Perhubungan RI. Diketahui bahwa sejumlah lampu jalan tenaga surya yang berada di sepanjang jalan nasional Kabupaten Pringsewu mangkrak.

Sebab, lampu tersebut tidak berfungsi sebagaimana peruntukannya memberi penerangan.

Kendati demikian, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan masih terus melanjutkan proyek lampu jalan tersebut. Pantauan Tribun, ada sekitar 15 lampu jalan yang telah padam berbulan-bulan lamanya.

"Sekarang ini pemasangan baru. Yang lama masih saya koordinasikan ke pelaksananya agar diperbaiki. Karena banyak yang dicolong orang komponennya," kata Bripka Yuliansyah mewakili Kasatlantas AKP Sopyan.

Kepala Dinas Perhubungan Pringsewu Hendrid membenarkan soal adanya lampu jalan yang mati. Menurut dia, ada sekitar 15 titik lampu jalan tenaga surya yang mati.

Hendrid mengungkapkan, lampu jalan tenaga surya itu milik Kementerian Perhubungan. Menurut dia, matinya lampu jalan karena ada komponen yang hilang.
Ia memperkirakan hilangnya komponen lampu jalan tenaga surya akibat ada yang mencuri.

Hendrid mengaku sudah melapor ke Balai Pengelolaan Transportasi Darat di Bandar Lampung atas matinya lampu jalan tersebut.

Sebab, lampu jalan tenaga surya di wilayah Bumi Jejama Secancanan tergolong banyak yang mati. "Lebih kurang 15 titik, sepertinya ini (ulah) sindikat," ujar Hendrid beberapa waktu lalu.(dik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved