2 Alasan BPJS Kesehatan Hentikan Penjaminan Obat Kanker Trastuzumab

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghentikan penjaminan obat kanker Trastuzumab.

2 Alasan BPJS Kesehatan Hentikan Penjaminan Obat Kanker Trastuzumab
kompas.com
Ilustrasi - Kartu BPJS Kesehatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghentikan penjaminan obat kanker Trastuzumab.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Mohamad Arief mengatakan, keputusan itu diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan Dewan Pertimbangan Klinis (DPK).

Baca: BPJS Kesehatan Tidak Lagi Menanggung Biaya Obat Kanker Trastuzumab

"Nah DPK menetapkan bahwa pasien cancer apabila diberikan trastuzumab itu tidak bisa memberikan efek medik yang bermakna. Itulah yang menjadi pegangan kita," ujar Budi di Jakarta, Senin (30/7/2018).

Obat tersebut berharga sekitar Rp 25 juta per ampul.

"Kenapa kita harus memberikan sesuatu kalau ahlinya mengatakan itu tidak memberikan efek medis. Kebetulan harganya mahal. Di sana kami juga bisa lebih efisien," kata Budi.

Menurut Budi, masih ada obat lain yang bisa digunakan pasien kanker selain trastuzumab.

Informasi soal penghentian penjaminan obat trastuzumab oleh BPJS pertama kali disampaikan Edy Haryadi, suami Yuniarti Tanjung, yang merupakan pasien positif kanker payudara HER2 positif.

Baca: Pasien Kanker Gugat Dirut BPJS dan Jokowi Gara-gara Obat Trastuzumab

Dalam pengobatannya, Yuniarti menggunakan pelayanan BPJS Kesehatan. Edy mengungkapkan, BPJS Kesehatan tidak lagi menjamin obat Trastuzumab.

Pascaoperasi, pasien disarankan untuk menjalani kemoterapi.

Kemudian, dokter memberikan beberapa resep obat kemoterapi, salah satunya adalah obat trastuzumab.

Akan tetapi, apoteker menolak resep untuk herceptin atau trastuzumab karena per 1 April 2018, obat tersebuttidak lagi dijamin oleh pihak BPJS Kesehatan.

Bagi pasien, obat ini dianggap salah satu obat terbaik untuk proses penyembuhan kanker.

Edy menduga, BPJS Kesehatan menghentikan penjaminan trastuzumab karena harga obat yang mahal.

Ia menyebutkan, di pasaran, harga trastuzumab mencapai Rp 25 juta.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul : Terungkap Ini Dua Alasan BPJS Tak Mau Lagi Tanggung Obat Kanker Trastuzumab

Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help