Perjuangan Winarni, Mantan Atlet Angkat Besi Dunia yang Anaknya Menderita Kelainan Asteria Esofagus

Winarni, mantan atlet angkat besi asal Pringsewu, Lampung yang pernah menyabet banyak medali di ajang internasional, saat ini mengalami masa sulit.

Perjuangan Winarni, Mantan Atlet Angkat Besi Dunia yang Anaknya Menderita Kelainan Asteria Esofagus
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Fariz minum susu melalui selang yang tertancap di perutnya, Senin, 30 Juli 2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Winarni, mantan atlet angkat besi Indonesia asal Pringsewu, Lampung yang pernah menyabet banyak medali di ajang internasional, saat ini sedang mengalami masa sulit.  

Hal ini dikarenakan putra ketiga atlet yang pernah menyabet emas di ajang World Championship 1997 di Chiang Mai Thailand, medali perak World Championship pada 1999 di Athena Yunani, dan medali perunggu Olympic Games tahun 2000 di Sydney Australia ini, menderita kelainan

Baca: Kisah Balita Pringsewu Idap Atresia Esofagus, Hanya Bisa Minum Lewat Selang di Perutnya (1)

Lifter putri Indonesia, Winarni, berpose di hadapan para wartawan menunjukkan medali perunggu di tangan kanan, dan rangkaian bunga di tangan kiri, setelah upacara pengalungan medali di Sydney pada Senin, (18/9/2000)
Lifter putri Indonesia, Winarni, berpose di hadapan para wartawan menunjukkan medali perunggu di tangan kanan, dan rangkaian bunga di tangan kiri, setelah upacara pengalungan medali di Sydney pada Senin, (18/9/2000) (KOMPAS/DIAH MARSIDI)

Makanya bila sebelumnya Winarni berjuang untuk negara, kini Winarni, warga Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu ini, tengah berjibaku memperjuangkan kesehatan putranya yang bernama Achmad Fariz Taufik. 

Hanya satu yang ia inginkan, Fariz bisa seperti anak normal umumnya yakni Fariz bisa merasakan makan melalui mulutnya.

Karena itu, Fariz masih memerlukan penanganan medis untuk kesehatannya.

Dan saat ini, Winarni tengah mempersiapkan untuk menuju operasi berikutnya.

Operasi yang akan dilalui Fariz ke depan merupakan operasi yang ketiga.

Winarni menceritakan, operasi pertama dan kedua dilalui Fariz ketika usianya belum ada satu bulan.

Kedua mata Winarni berkaca-kaca ketika menceritakan kondisi anaknya tersebut.

Kali ini Winarni bingung untuk membiayai operasi putranya.

Halaman
1234
Penulis: teguh_prasetyo
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved