15 Tahun Tak Berjumpa, Mahasiswi UIN Raden Intan Masih Harus Menunggu Kepulangan Ibundanya

Ferdina Nur Fitria (21), mahasiswi UIN Raden Intan, Lampung, masih harap-harap cemas menunggu kepulangan ibundanya, Sarisih (42).

15 Tahun Tak Berjumpa, Mahasiswi UIN Raden Intan Masih Harus Menunggu Kepulangan Ibundanya
Dok. KBRI Amman
Duta Besar RI di Amman, Andy Rachmianto bersama istri saat menjenguk Sarisih, TKW asal Lamtim, di Penampungan Sementara KBRI Amman (27/7/2018). 

8TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ferdina Nur Fitria (21), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Lampung, masih harap-harap cemas menunggu kepulangan ibundanya, Sarisih (42).

Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan Ferdina bisa bersandar di pelukan sang ibu setelah 15 tahun lamanya terpisah.

Baca: Bupati Nunik Sebut TKW Asal Lamtim yang Ditahan Majikannya Pulang Minggu Ini

Ferdina bersama keluarga besar Sarisih yang tinggal di Desa Sumbersari, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, terus menebar asa kelancaran proses pemulangan Sarisih ke Tanah Air.

Ferdina pun memendam rasa kangen luar biasa.

Selama 15 tahun lebih, mahasiswi semester 7 UIN Lampung tersebut, tak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.

Sejak Sarisih berhasil ditemukan oleh Satgas Kedutaan Besar RI (KBRI) Amman, Ferdina makin intensif berkomunikasi dengan Sarisih.

Melalui sambungan telepon, ia meluapkan hasratnya agar titik terang keberadaan Sarisih menjadi kenyataan; yakni bertemu dan memeluk langsung sang ibu.

Untuk mengurangi rasa kangennya terhadap sang ibu, Ferdina sesekali melakukan telepon video (video call) dengan Sarisih.

Video call ini dilakukan melalui ponsel Seno, perwakilan KBRI Amman.

Jika Seno sedang berada bersama Sarisih maka Ferdina pun memanfaatkan momen itu untuk video call bersama sang ibu.

Halaman
1234
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help