Dipertanyakan di Masyarakat, Diskes Tunggu Hasil Uji Coba Kemenkes

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Metro mengaku imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) banyak dipertanyakan masyarakat setempat.

Dipertanyakan di Masyarakat, Diskes Tunggu Hasil Uji Coba Kemenkes

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Metro mengaku imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) banyak dipertanyakan masyarakat setempat.

"Ini banyak dipertanyakan masyarakat terkait kehalalan serta dampak yang ditimbulkannya," ujar Kepala Diskes Kota Metro Maryati saat rapat koordinasi (rakor) bulanan di Aula Pemkot Metro, Senin (6/8).

Baca: Tunggu Fatwa MUI, Dua Madrasah di Bandar Lampung Tunda Imunisasi Measles Rubella

Baca: Imunisasi Campak Rubella, Guru SMPN 7: Mayoritas Orangtua Siswa Mengizinkan

Ia mengaku, karena prokontra tersebut, Diskes  Metro masih menunggu hasil uji coba laboratorium, yang nantinya Kementerian Kesehatan dan MUI akan bersepakat untuk mempercepat ketetapan sertifikasi halal atau tidaknya vaksin tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Kesehatan mengenai vaksin tersebut. Karena notabenenya vaksin yang diberikan adalah untuk mencegah penyakit atau penyebaran virus," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Metro Nasrianto Effendi menjelaskan, paska adanya pro kontra terkait vaksin MR, telah terjadi beberapa kesepakatan antara Kementerian Kesehatan dan MUI Pusat pada pertemuan 3 Agustus lalu.

"Setidaknya ada empat poin besar. Ini yang saya dapat info dari MUI Pusat. Pertama Menkes dan Dirut PT Biofarma selaku importir vaksin MR produksi SII berkomitmen untuk segera mengajukan sertifikasi halal atas produk vaksin MR dan permohonan fatwa pelaksanaan imunisasi MR," ungkapnya.

Kemudian, Menkes RI atas nama negara mengirim surat ke SII untuk memberikan dokumen terkait bahan produksi vaksin dan akses untuk auditing guna pemeriksaan halal.

Selanjutnya, Komisi Fatwa, atas permintaan Menkes akan segera membahas dan menetapkan fatwa imunisasi MR dengan menggunakan vaksin MR produk SII dalam waktu secepatnya.

"Dan yang terakhir, Menkes RI menunda pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat muslim sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan dari produsen dan ditetapkan fatwa MUI. Sementara untuk masyarakat yang tidak memiliki keterikatan tentang kehalalan/kebolehan secara syar'i, tetap dilaksanakan," tuntasnya.

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help