500 Warga di Kota Pendidikan Metro Masuk Daftar Putus Sekolah

Bahkan ada yang kelahiran 2011 tadi kita cek. Ini tidak sejalan dengan visi kita.

500 Warga di Kota Pendidikan Metro Masuk Daftar Putus Sekolah
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Nasrianto Effendi, anggota Fraksi PKS DPRD Metro, menunjukkan data PKBM putus sekolah di Metro. Selasa, 7 Agustus 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Lebih dari 500 warga Kota Metro masuk dalam data angka putus sekolah. Ironisnya, Pemkot Metro telah meniadakan program Paket A (setara SD). 

"Ini bertolak belakang dengan visi kita sebagai kota pendidikan. Saya juga kaget begitu dapat data dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Suroya. Dan ini lebih dari 500-an warga," beber Nasrianto Effendi, anggota Fraksi PKS DPRD Metro, Selasa, 7 Agustus 2018.

Ia menilai, angka warga tidak sekolah tersebut merupakan data riil berdasarkan pendataan forum PKBM se-Kota Metro. Dimana mayoritas penyebab anak tidak sekolah karena warga miskin. Angka tersebut bahkan bisa bertambah.

"Kita pernah kita minta data putus sekolah dari Disdikbud sampai sekarang belum mendapatkan datanya. Dulu Disdikbud pernah mencanangkan Metro bebas Paket A. Artinya, Metro sudah tidak butuh Paket A. karena tidak ada anak SD putus sekolah. Kenyataannya ini masih ada," ungkapnya.

Baca: Perguruan Tamsis Telukbetung Selenggarakan Pendidikan Bagi Anak Putus Sekolah

Karena itu, pihaknya meminta Disdikbud untuk menelusuri penyebab anak tidak putus sekolah serta berapa banyak warga tidak sekolah dari data pemkot serta mencarikan solusi agar anak putus sekolah bisa kembali melanjutkan pendidikan. 

"Bahkan ada yang kelahiran 2011 tadi kita cek. Ini tidak sejalan dengan visi kita. Dan dampak dari sini pun bisa besar. Seperti dapat memengaruhi indeks pendidikan maupun IPM Kota Metro. Ini harus segera ditangani," lanjutnya.

Pada edisi 27 Juli, Tribun Lampung memberitakan Dede, cucu Mbah Sariyem, warga tidak mampu yang putus sekolah tingkat SD. Beruntung, camat maupun Dinas Sosial berjanji memfasilitasinya kembali bersekolah.

Baca: Ujian Sekolah Paket A di Tanggamus Cuma Diikuti Satu PKBM

Bahkan, 6 Agustus kemarin, Tribun kembali memberitakan Angel Sofi Mulyani, siswa miskin yang tinggal bersama neneknya. Ia harus menunda keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di Metro karena ditolak salah satu sekolah lantaran dianggap tidak memenuhi syarat.

Beruntung, kabar Angel ditolak sekolah sampai ke Wakil Wali Kota Djohan, yang langsung direspons dengan segera memfasilitasinya dalam waktu dekat untuk bisa bersekolah. (*)

Simak terus dan subscribe video Tribun Lampung.

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help