Baru 3 Hari Menjabat Kepala KSKP, AKP Rafly Gagalkan Pengiriman Miras Rp 1 Miliar

Tidak menutup kemungkinan ratusan botol miras tersebut merupakan selundupan dari negara tetangga.

Baru 3 Hari Menjabat Kepala KSKP, AKP Rafly Gagalkan Pengiriman Miras Rp 1 Miliar
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Polres Lampung Selatan menggelar ekspose kasus miras ilegal di mapolres setempat, Kamis, 9 Agustus 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BAKAUHENI – Tidak perlu menunggu lama bagi AKP Rafly Yusuf Nugraha untuk mengukir prestasi.

Baru tiga hari menjabat sebagai kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Rafly sudah berhasil menggagalkan upaya pengiriman ratusan botol minuman keras impor ilegal.

Ratusan botol miras yang ditaksir bernilai miliaran rupiah itu terdiri dari berbagai merek, seperti Martell, Civas Regal, Jack Daniel, Black Label, Jose Cuervo, Absolut Vodka, dan Balleys.

Miras tersebut diangkut menggunakan mobil boks B 9476TXS milik perusahaan ekspedisi Puri Permata.

Penangkapan dilakukan oleh dua anggota KSKP, yakni Brigadir Duansyah dan Brigadir Fredy M Purba. Saat itu keduanya sedang melakukan pemeriksaan rutin di Sea Port Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Rabu, 8 Agustus 2018.

Baca: KSKP Bakauheni Amankan Ratusan Miras Impor Ilegal

Baca: DPO Curas Terciduk Sedang Pesta Miras di Acara Kuda Lumping

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, didapati 52 kardus yang dibungkus dengan karung dan dilakban. Setelah dibuka, kardus itu berisi ratusan miras berbagai merek impor,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan dalam ekspose di mapolres, Kamis, 9 Agustus 2018.

Saat dilakukan pemeriksaan, sopir bernama Dirvan Setiawan tidak dapat menunjukkan surat. Ia pun segera digelandang ke kantor polisi untuk diperiksa.

Syarhan memperkirakan ratusan botol miras itu ditaksir bernilai Rp 1 miliar. Tidak menutup kemungkinan ratusan botol miras tersebut merupakan selundupan dari negara tetangga.

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap pemilik ratusan botol minuman keras ini. Kalau melihat tidak ada label cukainya, kemungkinan miras ini barang selundupan. Tapi kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Syarhan. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help