Negosisasi Gagal, Driver Go-car Ancam Hapus Aplikasi

Para driver Go-car akan mengancam hapus aplikasi apabila negosiasi untuk menaikkan intensif gagal.

Negosisasi Gagal, Driver Go-car Ancam Hapus Aplikasi
Tribunlampung/Perdi
Ratusan Driver Go-car Geruduk Kantor Go-jek 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Para driver Go-car akan mengancam hapus aplikasi apabila negosiasi untuk menaikkan intensif gagal.

Hal ini dikemukakan oleh Koordinator Lapangan Var saat dalam aksi demonstrasi para driver Gocar di kantor Gojek di Jalan M Husni Tamrin, Gotong Royong, Tanjung Karang Pusat, Kamis 9 Agustus 2018.

Baca: DPD ADO Provinsi Lampung Tuntut Insentif Driver Go-car Rp 300 Ribu untuk 12 Trip

"Sebenarnya kalau negosiasi gagal, ancamannya sudah berjalan, aplikasi itu paling takut aplikasinya gak kepakai karena darahnya perusahan aplikator ini kan aplikasi dipakai, jadi hari ini kami lakukan untuk aplikasi driver dihapus di akun mitra," seru Var.

Baca: Sempat Memanas, Driver Go-car Lempari Kantor Go-jek dengan Air Mineral

Selanjutnya, kata Var, pihaknya juga melakukan aksi lanjutan dengan melakukan kampanye kepada para customer untuk tidak order Go-car.

"Kan kalau driver Go-car sedikit yang makai, penumpang gak bakal dapat driver, orang buru-buru nyari driver gak ada, ya langsung hapus aplikasi penumpangnya, karena gak bisa ngorder," tegasnya.

Dengan berapi-api, Var pun mengaku akan menghajar aplikator dengan akun aktif untuk memberi rating buruk di Playstore.

"Itu ngaruh, karena itu darahnya aplikator itu mitra, kalau mitranya gak ada mati aplikatornya," bebernya.

Var pun mengaku hal ini dilakukan karena Aplikator Gojek dirasa menerapkan skema baru yang yang tidak berpihak.

"Gocar hadir dengan menawarkan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan, memberikan tambahan penghasilan bagi teman2 yang dirasa bukan cuman tambahan, tapi kalau konsen disini bisa menjadi penghasilan pokok dan itu kami rasakan dari awal-awal dulu, tapi dimulai bulan februari akhir, dunia mulai berubah, dari 12 trip ke 15 trip dan penurunan intensif, dari 300 rbu ke 160 ribu, lagi dia 12 trip saja kami kesusahaan, semantara sekarang 15 trip diturunkan," jelas Var.

Var membeberkan, Insentif adalah pendapat utama para driver karena pendapatan dari penumpang itu tidak mengcover untuk kehidupan rumah.

"Kalau dari penumpang itu hanya untuk biaya operasional, ini dirasakan tidak manusiawi, dan saya sudah berbicara banyak dengan pihak PT Karya Bangsa ini, menyampaikan hal sama tapi memang sampai hari ini respon yang seperti kami inginkan belum dikabulkan," sebutnya.

Var menambahkan, hari ini diaksi yang ketiga kalinya, setidaknya ada 77 komunitas dari driver Gocar turun untuk menggelar aksi ini.

"Dan masih banyak komunitas yang lain yang belum terjaring, tapi subtansinya mereka sepakat, ini gerakan off beat dan hapus aplikasi masih berjalan, ini menjadi pukulan bagi aplikaotor jadi bisa jadi pertimbangan," tutupnya.

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help