Sedang Dibeton, Nantinya Jalur Pringsewu ke Bandara Bisa Lebih Cepat

Rinciannya, lebar 2-7-2, yakni dua meter bahu jalan, tujuh meter badan jalan, dan dua meter bahu jalan.

Sedang Dibeton, Nantinya Jalur Pringsewu ke Bandara Bisa Lebih Cepat
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Jalan alternatif terdekat menuju Bandara Radin Inten II dan exit toll Natar, Lampung Selatan di simpang Pekon Bulukkarto, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu masuk tahapan pembangunan cor beton. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah Provinsi Lampung mulai membangun ruas jalan alternatif terdekat menuju Bandara Radin Inten II dan exit toll Natar, Lampung Selatan. Pembangunan tahap I dimulai dari simpang Pekon Bulukkarto, Kecamatan Gadingrejo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pringsewu Andi Purwanto menerangkan, tahap satu pembangunan ruas jalan sepanjang 900 meter atau kurang lebih 1 km. Konstruksi bangunannya cor beton.

"Lebar badan jalannya lima meter. Selain itu Pemrov Lampung juga sudah melakukan pelebaran bahu jalan di ruas jalur tersebut, pada akhir 2017 kemarin," ujarnya, Kamis, 9 Agustus 2018.

Baca: Penyebab AC Bandara Radin Inten Tak Berfungsi

Baca: Tarif Hotel Kapsul di Bandara Soekarno-Hatta Rp 250 Ribu untuk 6 Jam

Andi berharap, ke depan ruas jalan alternatif sesuai standar jalan nasional. Rinciannya, lebar 2-7-2, yakni dua meter bahu jalan, tujuh meter badan jalan, dan dua meter bahu jalan.

"Sekarang ini badan jalan yang ada hanya selebar 3,5 meter. Sedangkan lebar bahu jalannya variatif, ada yang sempit dan ada yang lebar," jelasnya.

Guna sesuai standar jalan nasional, pihaknya berencana melakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan pada 2019. Pembebasan lahan sekitar 18 km ada dalam wilayah Kabupaten Pringsewu, yaitu Pekon Bulokkarto, Pekon Klaten, Pekon Yogyakarta, Pekon Kediri, Pekon Mataram di Kecamatan Gadingrejo.

Andi memprediksi adanya jalur alternatif menuju bandara dan exit toll wilayah Pekon Klaten dan sekitarnya bakal menjadi wilayah satelit baru. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help