Sehari Terjadi 248 Kali Letusan Pada GAK

Tercatat dalam satu hari terjadi 248 kali letusan pada Rabu (8/8) kemarin dengan amplitudo 15-53 mm dan durasi 15-120 detik.

Sehari Terjadi 248 Kali Letusan Pada GAK
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Aktivitas Gunung Anak Krakatau pada September 2012 silam. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di selat Sunda masih terus menunjukan geliatnya. Tercatat dalam satu hari terjadi 248 kali letusan pada Rabu (8/8) kemarin dengan amplitudo 15-53 mm dan durasi 15-120 detik.

Kepala Pos Pantau GAK di desa Hargopancuran kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, Andi Suardi mengatakan untuk visual malam hari dari CCTV masih teramanti adanya sinar api pada kawah.

Baca: VIDEO - Keindahan Danau Biru Lampung Tengah Jadi Buruan Para Traveller

“Juga terdengar suara dentuman serta getaran yang lemah dirasakan pada pos PGA,” kata dia, kamis (9/8).

Untuk aktivitas kegempaan lanjutnya, masih ada hembusan sebanyak 65 kali dengan amplitudo 4028 mm dan durasi 20-130 detik. Lalu gempa tremor non harmonik sebanyak 11 kali dengan amplitudo 6-12 mm dan durasi 32-70 detik.

Baca: Jelang Deklarasi Capres Cawapres, Ternyata Ini Cita-Cita Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Kemudian gempa tremor harmonik sebanyak 4 kali dengan amplitudo 409 mm dan durasi 3-17 detik. Gempa vulkani dangkal sebanyak 43 kali dengan amplitudo 4-28 mm durasi 3-17 detik. Kemudian gempa vulkanik dalam sebanyak 3 kali dengan amplitudo 45-53 mm, S-P : 1-1,2 detik dan durasi 14-23 detik.

“Juga terekam adanya tremor terus menerus (microtremor dengan amplitudo 1-15 mm dan dominan 5 mm,” terang Andi.

Sejauh  ini status GAK masih pada level II waspada, dimaa wisatawan dan masyarakat nelayan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help